Recent News

Selamat datang kawan di blog personal saya. Semoga anda tidak muntah membaca semua postingannya.

Sabtu, 05 Mei 2012

Seharusnya Bahagia Itu Sederhana

Rasanya mau teriak keras!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sejak parameter kebahagian hubungan ini kau geser kesudut yang membosankan. Dengan setiap jengkalnya yang harus diisi dengan segala aktivitas yang menghamba pada materi, kita merana! Aku tidak sedang mengajari mu untuk kikir. Tapi aku sedang mengajak kamu untuk lebih melihat kenyataan tentang siapa kita dan berasal dari keluarga apa diri kita ini.

Sejak setiap problema kita selalu jatuh pada materi, aku kembali merana! Saat kamu bertitah, aku merasa hidup menjadi tak indah. Kenapa tidak kita bikin sesederhana mungkin ? Kenapa harus rumit kita menjalankan hidup ? Kita ini sudah mulai beranjak dewasa kenapa kita tidak pernah berfikir bagaimana menjalani hubungan ini dengan hikmat saat dikantong tidak ada seratus perak-pun ? Apakah mendapatkan dan menjalankan hubungan yang bahagia tanpa bergelimang harta itu adalah sesuatu hal yang mustahil untuk mu ? Lantas, salah siapa ini ? Aku yang tak pernah bisa menuruti kemauan mu setiap saat karna terbentur dengan finansial yang harus dimutilasi untuk berbagai aspek ? atau kamu yang memang tidak pernah bisa menerima kenyataan bahwa bahagia itu tidak selamanya harus bersentuhan dengan materi ?! Ah! Sudahlah, aku tau jawaban mu. Jawaban paling absurd yang bikin perut ini muak. Aku hafal betul apa yang akan kamu katakan apabila membaca postingan ku kali ini. Tapi yasudahlah, mungkin aku yang kurang rasional untuk kamu yang irasional.

Ini seperti berada dipersimpangan dan kita tidak pernah tau kemana harus melangkah! Atau sebenarnya kita tau kemana kita harus melangkah tapi kita takut menghadapi kemungkinan yang akan kita temui nanti ditengah jalan yang kita pilih. Benar-benar kacau! Hidup ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semudah kalimat para motivator di akun Twitter yang dire-tweet oleh puluhan bahkan ratusan Followers-nya.

Minggu, 29 April 2012

Hai Ini Debut Yang Menyenangkan


Hahahahaha..... Gua bingung harus mulai dari mana dan beri judul postingan kali ini apa. Gua sudah kepalang senang habisnya. Gimana nggak. Gua baru saja menyelesaikan tugas sebagai #JournalistExperience untuk Hai-Online di Hammersonic Festival 2012, sebuah pesta akbar se-Asia Tenggara dan perayaan wajib bagi metalhead.

Awalnya sih cuma iseng sewaktu gua lihat salah satu tweet Hai di Twitter yang mencari tiga orang reporter dan fotograper. Iseng aja ngirim hasil review acara perayaan Ruang Rupa Galeri yang waktu itu bertajuk RRRec Festival #2 di Taman Ismail Marzuki, Cikini, pada bulan Desember tahun lalu. Yah niatnya sih sebagai tolak ukur bagaimana kualitas penulisan gua juga. Ditolak berarti gua harus memperbaiki tulisan gua lagi. Diterima yah bagus berarti. Dan ternyata tulisan gua diterima dan gua terpilih sebagai reporter untuk ngliput di Hammersonic yang bertempat di Lapangan D Senayan, Jakarta.

Pertama gua seneng bukan karna gua bisa ngliput acara metal terbesar se-Asia Tenggara itu. Tapi karena berarti tulisan gua itu menarik. Tapi setelah fase euforia itu lewat, gua seneng bisa ngliput, apalagi untuk media yang bisa dibilang punya jam terbang tinggi seperti Hai ini. Bingung juga mau dilampiasin kaya gimana saat itu. Gimana nggak senang coba, ini seperti "nyolong" start. Disaat gua baru mendaftar kan diri sebagai mahasiswa difakultas ilmu komunikasi dan berniat memperdalam lagi ilmu jurnalistik. Gua sudah punya kesempatan seperti ini. Ini kesempatan besar banget dan tentunya memiliki nilai histori yang besar buat gua pribadi.

Dan akhirnya pada tanggal 28 April kemarin gua memulai debut gua sebagai jurnalis untuk Hammersonic. Dengan id press gua bisa nonton acara yang besar dan digarap dengan profesionalitas tinggi, keluar masuk back stage, interviu band-band besar, dan tentunya foto dengan mereka. Terlalu cepat berpuas diri memang. Tapi ini bukan akhir buat gua. Ini baru awal buat gua sebagai jurnalis.

Me w: John Menor (D.R.I.) & Jimbul (Quest4Justice) at Back Stage

Jumat, 13 April 2012

Untuk Mu: TV Ku Yang Malang

Kasihan tv ku. Akibat aku terlalu sayang dengan laptop dan seperangkat sound system-nya. Ia terbengkalai tak berdaya disudut kamar ku yang remang. Jangan salahkan aku. Salahkan saja semua stasiun tv serta program-program acaranya yang kadang menjijikan. Maaf kan aku apabila aku tidak pernah menyentuh mu lagi. Tidak, aku tidak sedang pilih kasih. Aku hanya sedang berusaha menghemat tawa ku dari setiap paksaan lelucon yang mereka (Stasiun tv) berikan.






Rabu, 07 Maret 2012

Jangan Biarkan Saya Mencontoh Ayah

Mungkin gua harus berterima kasih banget untuk (entah) siapa yang telah menciptakan blog. Tanpa blog ini, gua gak tau lagi harus meluapkan semua emosi gua kemana dan siapa. Jujur, gua adalah pribadi yang sulit untuk cerita keorang lain untuk masalah personal yang sifatnya tuh privasi banget seperti keluarga dan pacaran. Kecuali kemereka-mereka yang gua rasa tepat, tidak melulu orang yang sudah lama kenal dengan gua adalah orang yang tepat tersebut. Kadang ada yang baru kenal satu sampai dua bulan tapi kita sering sharing tentang berbagai hal dan gua merasa pada satu titik kita itu sama. Tapi jumlah orang-orang yang tepat itu hanya sedikit mungkin perbandingannya cuma satu diantara sepuluh.

Sudah sejak kapan gua lupa, gua sering berikrar dalam hati "Gua ga mau sama kaya papa!" dalam konteks sifat. Namun sialnya dalam beberapa hal seperti style kita saat merokok itu sama, kita punya posisi yang sama saat sedang merokok dibangku yang sama dan gaya menghisapnya pun sama. Yah gua cuma berharap gua selalu mirip dengan hal tersebut dan tidak untuk hal-hal lainnya. Seperti lebih mementingkan teman ketimbang keluarga. Tunggu dulu, ini lain hal misalkan papa itu bujangan (mana ada tapinya).

Gua selalu risih setiap papa kumpul dengan teman-temannya. Oke baik dengan sesama itu mungkin wajar. Tapi kita harus liat kondisi orang yang lebih dekat dengan kita terlebih dahulu, seperti anak dan istri. Biasanya papa kalau sedang kumpul dengan teman-temannya selalu bersikap paling dermawan, oh atau supre duper dermawan. Rokok hingga kopi bahkan terkdang cemilan dan makanan berat semuanya papa yang tanggung tanpa melihat kondisi keluarga yang seperti apa. Oke, jika ini hanya sekali. Tapi jika seminggu bisa berulang hingga berkali-kali ? ini harus dihentikan. Pertama untuk menghemat uang dalam kondisi perekonomian yang sedang goyah. Kedua, yah untuk tidak membuat seolah-olah orang lain melihat kami sekeluarga dalam kondisi yang prima (perihal ekonomi).

Oke, mungkin papa kerja. Dan kerja di Dirjen Pajak. Gua yakin mendengar pekerjaan papa yang seperti apa, kalian pasti membayangkan Gayus serta lifestylenya. Ironis itu adalah ketika anda berfikir seperti itu dan mencoba menyamakannya ke gua. Sudah berapa tahun ini, papa menjalani hukumannya akibat lalai dalam bekerja dan berujung pada di potongnya upah pada waktu itu hingga sekarang. Dan hal tersebutlah yang membawa kita sekeluarga terjebak pada permainan kotor bank, kalian tau lah apa yang gua maksud. Dan katanya, semua itu akan selesai pada tahun 2014 nanti. Yah, ternyata kita sekeluarga masih punya kesempatan untuk merasakan kenaasan ini selama satu tahun setengah kedepan.

Hal yang paling gua benci dari papa adalah waktu dia bilang "Jadi anak harus prihatin". Kalau kalian baca postingan gua sebelum ini. Pasti kalian tau bagaimana gua waktu masih SMP karna masalah ini sudah bergulir sejak itu. Dan saat masuk SMU dan yah, saat gua kenal dengan HC/PUNK serta etos didalamnya. Gua mulai membiasakan diri melihat keluaran sepatu Adidas terbaru. Selalu menelan ludah setiap kali Pizza Hut mengeluarkan menu terbarunya. Mungkin gua tidak perlu melakukan itu semua apabila papa tidak pernah melakukan kesalah pada waktu itu, tapi yasudahlah nasi sudah berkerak.

Sebagai anak tertua gua selalu mencoba memahami kondisi keluarga. Sampai-sampai harus rela mengganti handphone yang tadinya dilengkapi berbagai macam fitur hingga gua pilih yang paling murah. Mungkin disini kesalahan gua, gua jarang mau terlihat seolah-olah gua sedang menjalani kehidupan yang prihatin sebagai mana yang papa bilang. Karna setiap kali gua mau minta ganti handphone dari yang memiliki fitur lengkap ke handphone yang hanya bisa untuk sms dan telfon saja. Gua selalu bilang dengan alasan bosan. Ini dia, gua nggak pernah bisa bilang "Aa ganti hape karna prihatin sama keluarga ini" entah kenapa gua rasa itu terlalu berlebihan dan gua selalu ingin tertawa setiap kali mengucapkannya. Dan mungkin efeknya gua masih dianggap ria oleh papa. Hingga pada suatu ketika kita sempat debat dengan nada tinggi, yah gua tau ini bukan contoh yang baik yang dilakukan seorang anak terhadap ayahnya. Tapi pada waktu itu gua sudah kepalang kesal karna terus ditodong dengan tudingan selalu ria. Sampai saking kesalnya, gua bentak dengan kata-kata "Kalau gua masih ria, gua udah pergi dugem, gua udah ngiri ngliat Putri (Ade gua nomer 2) yang nggak pernah ngerti untuk beli handphone baru, gua udah minta beliin motor (pada waktu itu gua belum punya motor)!!!!!" dan respon ayah gua hanya bisa diam.

Bahkan saat lulus SMU gua memilih istirahat setahun dan tidak langsung memilih untuk kuliah. Sengaja itu gua pilih untuk membuat kedua orang tua gua setidaknya untuk mengambil nafas sedikit dari tiga tahun membiayai gua sekolah disekolah yang memang cukup memakan biaya. Dan pada waktu itu berbenturan dengan Putri mau masuk SMU. Dengan dahlil ingin mencoba dunia kerja terlebih dahulu, akhirnya gua pilih untuk rehat setahun dari dunia pendidikan formal. Dan gua memutuskan untuk bekerja.

Dan hari ini gua benar-benar merasa kalau yang prihatin hidup itu cuma gua dan mama. Mama untuk mengakali uang belanja yang minim karna terpotong biaya sekolah dan jajan kedua adik gua serta gua, dia berjualan apa yang bisa ia lakukan seperti menjadi agen kecil dari produk kosmetik dan perlengkapan kecantikan hingga produk rumah tangga. Dan gua, yah untuk bisa sekedar membiayai hobi gua dan (kadang) mentraktir pasangan gua, gua selalu mengandalalkan uang dari hasil menjalankan distribusi kecil-kecilan. Kadang jika distribusi sedang tersendat pergerakannya dan hasrat untuk berbagi (entah ke teman,keluarga,atau pasangan) ataupun membeli gua itu muncul, gua selalu rela untuk tidak jajan atau jajan secukupnya demi hal itu terlaksana. Dan gua rasa gua sudah berusaha sedemikian rupa untuk melakoni apa yang papa bilang, hidup prihatin. Tapi bagaimana dengan papa sendiri ? ini dia sebetulnya inti dari yang ingin gua bahas. Papa itu selain super duper dermawan didepan teman-temannya, papa itu juga seorang perokok aktif. Kadang kesel juga saat gua ngga punya uang dan mendadak laper di tengah malem yang keadaan tanpa makanan dan berusahan untuk meminta sejumlah uang untuk beli mie instan ke papa, papa selalu bilang ga punya duit. Tapi stock rokok papa itu tidak selalu berkurang dari satu bungkus. Dalam sehari saja ia bisa menghabiskan tiga atau mungkin empat bungkus rokok seharga 8.000 s/d 12.000. Gua yang sama seorang perokok sampai kesal dan akhirnya belajar untuk mengurangi merokok (karna memang tanpa disadari sebagian uang jajan gua habis untuk rokok) dan kalau bisa tidak merokok sama sekali. Alasan gua untuk mencoba mengurain merokok tidak seperti orang kebanyakan yang selalu dengan alasan kesehatan tapi kalau gua lebih kepada untuk menghemat kantong dalan kehidupan yang sedang prihatin ini. Tapi sebelum gua berniat untuk mengurangi merokok, gua pernah menerapkan sebuah sistem untuk diri gua sendiri yakni stop buying Cigarette but can't stop to smoking. Terdengar egois memang, gua masih mau meroko tapi tidak mau membelinya. Atas dasar itulah gua memutuskan untuk menguranginya.

Lelah memang mencoba hidup prihatin di tengah orang-orang yang melakukan hal sebaliknya. Tapi jika gua sama seperti mereka. Mama pasti lebih kasihan lagi. Mungkin benar kata mama jangan terlalu dipikirkan. Tapi gua cuma mau papa untuk mengurangi jatah rokoknya dan tidak terlalu terlena dengan hal itu dan bisa bersikap biasa saja terdap teman-temannya. Yasudahlah, gua cuma berharap demikian dan bersusahan sedemikian mungkin sekarang untuk merefresh otak dengan biaya yang tidak terlalu banyak. Maka dari itu gua berterima kasih sekali dengan siapa pun anda yang telah menciptakan blog. Gua berhasil membuang sedikit beban disini. :D

Jumat, 02 Maret 2012

Mari Mengakali Perekonomian Diri Sendiri

Hidup memang tak selamanya bisa terus merasakan senang, klise memang. Dan saat ini-pun kondisi perekonomian kami sekeluarga tidak lebih baik dari tahun 2007 silam. Sebuah insiden melumatkan impian kami semua untuk terus bahagia, hahahaha utopis bukan ? Beruntungnya, yah kami masih cukup beruntung karna masih dipertemukan beras dan saya serta kedua adik saya masih bisa membayar iuran bulanan sekolah secara teratur. Lantas apa yang perlu di takutkan dan dianggap sebagai kondisi perekonomian yang kurang baik ? Mungkin apabila pasca lulus SMP saya tidak pernah mengikuti trend musik yang sedang berkembang kala itu, hari ini saya sudah depresi berat menghadapi situasi semacam ini. Yah, saya sama seperti orang lain atau mungkin kamu yang menaruh Hardcore/Punk pada thanks list kehidupan.

Saya selalu membayangkan apabila saya masih sama dengan saya sebelum lulus SMP. Selalu berusaha untuk uptodate terhadap fashonstyle, sampai-sampai setiap memasuki pergantian dari trend satu ke trend selanjutnya saya selalu menghabiskan sejumlah uang untuk berburu stuff yang sedang hip saat itu. Dan selalu merasa tidak percaya diri apabila saya tidak tampil sama seperti orang kebanyakan yang terbawa arus trend. Mungkin hari ini, detik ini, saya sudah menangis karna saya tidak punya cukup uang untuk membeli semua outfit yang Peter Say Denim tawarkan. Mungkin saya sudah kesal dengan kedua orang tua saya yang tidak menuruti permintaan saya untuk membelikan Vespa Piaggio keluaran terbaru. Menyesali nasib ketika hanya bisa membeli sepatu Vans kualitas entah berapa keluaran Tampur dan bukannya keluaran Penny. Bermurung durja ketika uang dikantong tidak cukup untuk sejenak menikmati segelas Coffee di Starbucks. Dan tidak bisa intens mengajak kekasih setiap weekend menyambangi XXI. Meski begitu bukan berarti saya yang sekarang menolak berkompromi terhadap trend yang sedang bergulir namun lebih pintar memilih mana trend yang pantas untuk diikuti dan mana yang tidak. Dan selalu memposisikan diri sebisa mungkin untuk tidak terbawa arus trend, karna siapa yang terbawa arus trend, ia tidak pernah tau kapan akan berhenti.

Beruntung saya sempat mengikuti trend musik pada waktu itu. Dan membawa saya pada proses hingga saat ini. Selalu mengakali kondisi perekonomian internal yang tidak bagus dengan berbagai cara. Salah satunya dan yang saat ini sedang saya terapkan pada diri saya sendiri adalah Buy Nothing Day. Yah, sebuah hari tanpa belanja yang dimotori oleh Ted Dave, seorang penggerak di kolektif Adbuster pada tahun 1993.

Selama delapan hari dengan waktu yang tidak berurutan, saya akan mulai membiasakan diri untuk tidak mengeluarkan sepeser uang pun dihari yang telah saya bulatkan. Saya tau ini terdengar mustahil dilakukan untuk saya yang seorang mahasiswa mengingat waktu-waktu yang telah saya bulatkan itu adalah waktu-waktu dimana saya masih beraktifitas dengan jadwal perkuliahan. Mungkin pada beberapa aspek seperti tidak membeli makanan kecuali makanan yang disajikan dirumah, itu bisa saya atasi. Bagaimana dengan bensin ? mengingat tidak mungkin saya menggunakan kendaraan umum tanpa membayar sejumlah uang sesuai tarif yang berlaku. Dan tidak mungkin juga untuk saya berjalan kaki ke kampus. Saya menyiasati ini dengan mengisi bensi pada hari sebelum saya memulai Buy Nothing Day dan menggunakan motor pada hari itu seperlunya untuk mengantisipasi habisnya bensin untuk hari esoknya.

Sepertinya setiap bulannya saya akan terus menerapkan ini untuk mengurangi sedikit beban dari krisisnya perekonomian kami. Setidaknya semua ini semacam menjadi alat pengendali hawa nafsu saya untuk kembali menjadi saya waktu SMP dulu.

Baca lengkap tentang apa itu Buy Nothing Day disini

Rabu, 29 Februari 2012

Sebut Saja Ini Ibadah

Seharusnya kita bisa lebih variatif menjalani hubungan seperti ini. Namun yang terjadi justru kita mengalami stagnansi yang nyaris tak memiliki ruang solusi sama sekali. Apa karna kita terlalu letih menjalani semua ini sehingga kita tak pernah punya nyali untuk mencari solusi ? Entahlah.

Terlalu banyak tuntutan yang anda layangkan. Saya sudah letih berintrospeksi saat anda tidak pernah mengerti gejala-gejala perubahan yang muncul disekeliling anda. Saya letih benar-benar letih mengikuti semua permainan anda. Saat komunikasi begitu intens saat anda ingin pulang kuliah dan selepas itu semua komunikasi kita tidak seintens sebelumnya. Itu menyebalkan. Wajar, jika saya selalu mengeluh tentang hubungan ini.

Saya lebih senang menyebut ini sebagai ibadah ketimbang pacaran. Saya tau bagaimana keadaan anda saat ini. Bagaimana sulitnya anda menerima kenyataan pagi itu kala semuanya berubah dan bergulir secara drastis. Bagaimana orang tua anda yang lelah berkeluh kesah tentang anda. Yah, tidak banyak yang saya bisa bantu. Namun, saya selalu berharap sekecil apapun kontribusi saya, semoga itu bisa mengurangi beban anda. Maka dari itu saya lebih senang menyebut ini sebagai ibadah ketimbang pacaran. Saya sudah tidak takut lagi apabila apa yang sudah lama kita pertahankan ini runtuh seketika. Karna saya yakin jodoh itu tidak menyakitkan saya ataupun anda tapi kita. Begitu pula dengam jodoh itu tidak hanya menyenangkan anda ataupun saya tapi kita.

Jumat, 24 Februari 2012

Membosankan

Membosankan. Yah anda itu sangat membosankan. Benar-benar membosankan. Lebih membosankan dari hal apapun selama (kurang lebih) lima bulan terkahir ini. Anda membosankan bukan karna anda tidak cukup modis untuk saya. Bukan karna selera musik anda tidak sama dengan saya. Anda membosankan karna anda terlalu apatis terhadap kita. Anda terlalu membosankan karna anda tidak pernah mengenal saya. Bahkan, anda tidak pernah tau dengan apa yang saya lakukan, anda tidak pernah ingin tau dan peduli. Anda membosankan karna anda sebenarnya hanya membutuhkan seorang pengemudi yang siap melayani anda dua puluh empat jam dan bukan seorang teman yang spesial. Anda membosankan karna anda tidak ingin berlama-lama dengan saya. Anda membosankan karna anda tidak pernah punya ide untuk melakukan sesuatu ketika bersama saya. Anda membosankan karna anda selalu tidak setuju dengan ide saya untuk melakukan sesuatu demi kita dengan alasan terlalu "begini" dan "begitu". Anda membosankan karna anda membiarkan saya menulis panjang lebar untuk blog nista ini. Anda membosankan karna tidak bisa menjadi teman bercerita saya. Anda membosankan karna anda terlalu tuli saat saya coba berdiskusi. Bosan..Bosan..Bosan..Membosankan karna nama anda terlalu indah, Tiara.

Rabu, 22 Februari 2012

Like the Seasons. We Changed

Kita itu benar-benar seperti musim yang dengan mudahnya berubah tak tentu rimba. Mungkin untuk beberapa saat ini kita bisa saling menatap mata dengan penuh kegembiraan namun siapa yang tau nanti kita akan menatapnya dengan pandangan penuh amarah. Yah, seperti yang sudah-sudah. Seperti yang lima bulan terakhir ini terjadi pada kita. Kita benar-benar seperti musim.

Mungkin kita satu-satunya pasangan yang gemar membuang-bungan waktu untuk menjalin sebuah hubungan tanpa arah. Jujur, sejak tahun ini bergulir, gairah saya untuk main-main dengan apa yang selama ini kita jalankan itu hilang entah kemana. Memang saat waktu kita renggang, saya mencoba untuk bangkit dan berusaha sedemikian caranya untuk mengkremasi semua memori yang terrekam dibenak. Bukankah itu hal yang wajar ? Namun saat kamu kembali dan menawarkan sebuah harapan baru, saya kembali pada gairah untuk tidak bermain-main pada apa yang telah kita jalankan sedemikian lamanya ini.

Sampai kapan kita akan membuang-buang waktu seperti ini ? Tunggu dulu, apakah kita benar-benar sedang membuang waktu kita ? Menurut kamu ?

Selasa, 31 Januari 2012

Februari ?!

Sekarang sudah masuk bulan Februari. Bulan kedua dari tahun yang baru, 2012. Ditahun ini umur gua genap berjalan 20 tahun. Sebagian fase dari kehidupan ini sudah gua lewati. Namun rasanya terlalu ceroboh, apabila puas menikmati fase pada tahapan sekarang karna (pastinya) masih banyak lagi fase-fase kehidupan yang belum gua lewati.

Ditahun 2012 ini, nyaris gua melewati hari-hari dengan metode "let it flow" metode yang sebelumnya tidak pernah gua lakukan pada tahun-tahun sebelumnya yang kebanyakan terlalu gua lewati dengan metode "berharap banyak" yang pada akhirnya justru (pada beberapa titik) membawa gua pada kekecewaan karna tak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Ditahun lalu, gua lebih banyak menelan pil pahit lantaran terlalu banyak berharap pada satu kasus yang malah berujung pada petaka. Di tahun ini gua belajar untuk tidak peduli atau kasarnya bodo amatan. Salah satunya untuk masalah percintaan, yah gua berusaha untuk bodo amatan meski pada kenyataannya itu belum bisa berjalan sepenuhnya. Gua tidak berharap banyak lagi, semua ini akan berakhir seperti apa yang tahun tahun sebelumnya gua bayangkan. Terlalu lemah memang seorang anak lelaki terus menerus merengek hanya karna masalah percintaan. Maka dari itu ditahun ini gua coba akhiri semuanya itu dengan membiarkannya mengalir begitu saja. :D

Selasa, 24 Januari 2012

Masa Muda, Lakukan Apa Yang Kita Ingin Lakukan

Huh *menghela nafas*.. yah belakangan ini gua banyak banget disibukan dengan pekerjaan yang sifatnya tuh informal. Pekerjaan yang benar-benar gua merasa gua menjadi diri gua sendiri karna gua tidak merasa terbebani dengan perintah siapapun. Gua benar-benar merasa bebas sekaligus puas secara batin. Puas secara batin ? yah boleh dibilang untuk saat ini gua berani mengklaim kalau gua kaya secara batin, karna gua berhasil melakukan apapun yang sifatnya tuh dari dalam diri gua sendiri. Yah, memang secara materi masih belum bisa menghidupi. Tapi, untuk saat ini terpuaskannya batin dengan melakukan itu semua, bagi gua sudah teramat cukup. Memang, untuk lima atau beberapa tahun kemudian, saat gua sudah mulai bersiap untuk berkeluarga, gua pasti akan berhadapan pada satu titik dimana materi itu perlu dicari dan gua tidak bisa melakukan apapun sebebas seperti sekarang. Tapi sebelum waktu itu tiba, gua akan berusaha total untuk semua ini.

Kamis, 05 Januari 2012

Ketika Kucing Bersalin

Jam berapa sekarang ? oh jam 7.14 pagi. Ada yang salah dengan itu ? tidak, untuk kalian yang sudah puas tidur nyenyak tadi malam. Dan, salah untuk gua yang sedari tadi malam belum tidur. Sudah coba memejamkan mata barang tiga puluh menit namun terbangun lagi. Satu alasan konyol yang membuat gua masih melek hingga sekarang, KUCING BERANAK!

Padahal kemarin itu adalah hari yang sangat amat melelahkan dan basah. Gua baru keliling Jakarta lengkap dengan berlepek ria. Dan itu membuat gua rasanya ingin tidur. Tapi nyatanya setelah sampai dirumah, GUA MELEK, SAMPAI SEKARANG!

Dari pukul 00.00 WIB lalu, gua sudah mencoba berbagai cara untuk bisa tertidur. Mulai dari yang klasik seperti menghitung domba sampai yang paling modern, menghitung followers Mario Teguh perdetiknya. Tapi apa daya gua masih terjaga. Yah, SEKALI LAGI SAMPAI SEKARANG!

Gua pun coba memancing kantuk dengan cara memasang trek dari band band shoegaze macam Hammock yang feel mengawangnya tuh berasa banget. Tapi tetep Hammock kurang kece ternyata. GUA MASIH MELEK!

Jumat, 23 Desember 2011

Jangan Terlalu Sensitif

"Ngaca dulu deh kalau mau ngritik orang. Diri lu udah bagus apa belum ? Udah lebih hebat belum ?"

Pasti lu semua pernah dengar statement macam itu kan ? Kali ini gua mau sedikit berkomentar tentang terlalu sensitifnya orang orang yang menerima kritikan dari orang lain. Gua menulis semua ini bukan karna gua sedang tersandung masalah dengan seseorang, entah siapa itu, yang gua kritik terus dia marah marah karna ga seneng gua kritik, nggak sama sekali. Gua menulis semua itu cuma sekedar berbagai opini gua tentang terlalu sensitifnya orang orang disaat mendapat kritikan dari orang yang kurang berkompeten.

Untuk lebih mudah dalam hal menjelaskan maksud dari tulisan gua ini. Gua akan mencoba membuat sebuah kasus dimana dalam kasus tersebut ada sang pengkritik dan target yang menjadi kritikan. Kita sebut mereka dengan A dan B. A untuk pengkritik dan B untuk target.

Senin, 05 Desember 2011

Gig Report : RRREC FEST #2 (5 Dec at TIM)

PERHATIAN!!!
Ada baiknya kalian mainkan sebuah track dari Deerhoof untuk menemani kalian membaca gig report ini.
Deerhoof - My Purple Past by colorfultadpole


Ruang Rupa Gallery (RuRu) kembali menggelar RRREC FEST #2 setelah sebelumnya sukses menggelar RRREC FEST #1 pada bulan Januari tahun ini. Acara yang digelar sebagai perayaan dari ulang tahun RuRu yang ke 10 tahun ini diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut (3-5 Des) dengan lima tempat yang berbeda-beda: The Jaya Pub,TIM,KineForum,Tjikini Cafe,dan Tan Ek Tjoan.

Dalam acara ini tidak hanya menyuguhkan live perfom band saja namun kita akan disuguhkan pula dengan video-video musik dalam program ‘ruru.mov’ yang tersaji di KineForum. Tidak hanya itu RRREC FEST #2 kali ini juga menyuguhkan beberapa aktivitas seni seperti bazaar unik, merchandise, pameran poster, mural dan stiker, fotografi, dll. Seperti yang gua kutip dari booklet RRREC FEST #2, "maksud dari acara ini adalah untuk mendokumentasi-kan energi sebuah generasi dalam musik, baik itu secara audio, video, dan juga supaya terekam dalam jiwa para penggemar musik yang datang ke tiga hari digelarnya acara ini. RRREC FEST #2 juga bermaksud untuk menampilkan musisi dan band independen lokal yang memiliki keunikan, agar dikenal lebih banyak orang; demikian juga bandband Asia lainnya serta band-band internasional."

Namun sayang gua tidak bisa hadir dalam dua hari pertama dan kesemua tempat yang tersebar disepanjang jalan Cikini. Alhasil, gua cuma bisa datang pada hari terakhir (5 Des) yang bertempat di TIM dan itupun gua harus rela melewatkan screening video di KineForum karna gua datang pada pukul 20.00 WIB sedangkan screening video dijadwalkan tayang pada pukul 15.00 - 17.00 WIB (Khusus untuk tanggal 5 Des).

Sabtu, 03 Desember 2011

Mari Bernostalgia Dengan Masa Lalu Dan Alam Lalu

PERHATIAN!!!
Ada baiknya kalian mainkan sebuah track dari Funny Litte Dream untuk menemani kalian membaca esay ini.
1.funnyLittleDream-FunnyLittleDream by hizamibadabing

Kemarin mama dan adik gua yang paling kecil, Adit, mau berangkat untuk study tour ke Taman Matahari. Gua sempet nanya sama mama, "Disana emangnya ada apa ma ?" dan mama jawab, "Outbound, wisata air, banyak deh, kenapa mau ikut ?" tanya mama. Pas mama nanya begitu gua cuma geleng kepala. Dan berangkatlah mereka ke Taman Matahari.

Malemnya mereka pulang dengan beberapa foto sewaktu di Taman Matahari yang tersimpan didalam MemoryCard Camera Digital. Karna penasaran dengan apa itu Taman Matahari, gua minjem tuh Memory Card terus gua pasang dilaptop.

Gua buka satu-satu fotonya mama dan Adit. Ada banyak juga sih jumlahnya. Ada yang Adit lagi main disawah, yah semacam sedang belajar bagaimana cara menanam padi dan ada juga fotonya Adit yang sedang asyik main lumpur disawah bersama beberapa temannya.

Kamis, 24 November 2011

Antara Morrisey dan Saya

Sekarang banyak banget yah kita lihat cowok-cowok yang hairstylenya mirip Morrisey atau Elvis Presley ? Entahlah. Ditambah kacamata ala para geek. Gak masalah sih buat gua. Masalah fashion itu kan mengenai selera orang. Tapi gua baru saja bersentuhan dengan seseorang yang mencoba merubah gua kearah yang gak gua suka yakni memaksa gua untuk memangkas rambut mirip ex.vokalis The Smith itu.

Gua memang kurang suka hairstylenya Om Moz. Bukan maksud untuk menjadi beda diantara gempuran trend hairstyle macem itu. Tapi lebih kepada kenyataan yang mengatakan bahwa kepala gua memang gak pas jika harus tampil dengan rambut berjambul dengan sisi kanan dan kiri terpangkas rapi. Lagi pula, mana ada manusia yang beda. Mau dilihat dari manapun manusia itu sama semua (ini bukan dalam konteks ketuhanan yah). Mau dibilang, gua terlalu patuh pada slogan Just Be Your Self juga nggak. Gua sadar manusia nggak ada yang bisa menjadi dirinya sendiri. Kita semuanya itu plagiat. Kita meniru dari contoh yang menurut kita pantas untuk kita contoh. Baik itu dari segi fashion ataupun attitude.

This is My Kingdom

Ditempat inilah gua biasa menghabiskan waktu berjam-jam bahkan tak jarang berhari-hari. Bermain dengan semua peralatan yang tersedia didalamnya seperti televisi, dvd player, dan laptop. Menyaksikan semua program acara tv yang kadang membuat isi perut ingin muntah dan kemudian beralih menyaksikan berulang-ulang kepingan film dvd yang entah sudah berapa kali ditonton dan berakhir duduk menatap penuh kelayar monitor laptop, pasang winamp dan menikmati waktu dan membiarkanya berlari dengan cepatnya.

Tak ada penerangan yang cukup disana. Sekarang sih sudah lumayan, karna beberapa minggu yang lalu, gua mulai pasang lampu, namun uniknya lampu dikamar gua ini tidak sama seperti kebanyakan lampu diruangan lain yang ada dirumah ini yang letaknya diatas kepala kita. Lampu dikamar gua letaknya diatas lemari 4 susun. Tentunya sinar cahayanya lebih fokus keatas dan tidak merata kebawah. Ini lumayan jika dibanding dulu, jika malam tiba, gua cuma mengandalkan lampu dari kamar adik gua yang kebetulan tersekat. Cahaya yang didapat tidak lebih dari cukup. Tapi kalau siang hari, kamar gua ini adalah tempat yang paling strategis apabila lu semua ingin berjemur.

Selasa, 22 November 2011

If Love is Blind

"People say that you’re no good for me. People say it constantly. I hear it said so much I repeat it in my sleep"

Lagu dari penyanyi asal Amerika kelahiran Oktober 1971, Tiffany Renee Darwish, yang berjudul sama dengan judul pada posting kali ini baru saja menjadi backsound dari kegundah gulaan gua. Bosen nggak sih menemukan kata gundah diblog ini ? Kalau lu lagi gak sibuk, coba hitung ada berapa kata gundah. Pastinya banyak.

Penyebabnya masih sama yakni percintaan. Kalau kemarin gua posting tentang pahitnya kenyataan tentang seseorang yang sudah melakukan apapun bareng gua selama tiga tahun terakhir dan tanpa gua duga, orang tersebut bisa-bisanya menjadikan gua "alat" cemburu untuk orang lain. Dan kali ini gua akan posting tentang, hmmm, yah masih dia.

Seharusnya gua seneng semuanya kembali seperti semula. Dia mau mention gua diTwitter, pasang PM dengan bla..bla..bla.. kalian tau lah sewajarnya orang yang sedang kasmaran dengan kekasihnya. Tapi gua justru merasakan hal yang sebaliknya. Gua ragu. Mungkin ini efek dari kejadian dua minggu lalu.

Sabtu, 19 November 2011

Perkembangan Musik Folk

Introduksi: Belakangan ini gua sering menyampingkan koleksi rilisan-rilisan dari band-band hardcore punya gua, kecuali mereka yang bermain di ranah 80's, gua masih mendengarkannya. Sekarang ini gua lebih banyak mendengarkan band-band dengan genre diluar hardcore & punk (kecuali yang gua sebutkan tadi) dan salah satunya adalah folk. Berikut ini ada artikel yang menarik untuk kalian yang ingin tau tentang apa itu folk serta perkembangannya yang berhasil gua repost dari salah satu website. Silahkan dibaca. -Alfian-

Mungkin, lebih dari 80% di pikiran loe ketika ditanya mengenai Musik Folk, maka yang terbayang adalah Musik Folk Rock, seperti American Folk atau Country.

Bagi loe yang belum mengetahui, musik folk memilki arti yang sama dengan World Music atau Musik Etnik atau Country. Jika menilik kelahiran musik folk, yang jelas tidak bisa ditentukan dengan pasti kapan mereka lahir pertama kali. Karena hampir di setiap sudut tempat di dunia memiliki musik khas (musik ibu/musik etnik) yang sudah lama lahir turun-temurun di setiap tempat di dunia, yang entah sudah berlangsung berapa puluh-ratus generasi dalam tradisi bermusik di setiap daerah di penjuru dunia.

Selasa, 15 November 2011

Jangan Takut Menjadi Beda

Tidak perlu takut untuk menjadi beda diantara yang sama karna suatu saat yang sama akan mengikuti anda yang berbeda !!! Ini sudah teruji! :D

Senin, 07 November 2011

Perlunya Belajar Ikhlas #2

Cinta itu adalah hak siapa saja. Lu, gua, mereka, dan kita berhak mencinta. Termasuk mereka yang sudah memiliki pasangan, berhak mencintai orang lain selain pasangan mereka. Kita tidak bisa memaksakan seseorang atau pasangan kita untuk tidak bisa mencintai orang lain. Apalagi jika pasangan kita itu merasa sedikit (atau banyak) lebih nyaman dengan orang baru tersebut. Karna kita tidak bisa memaksakan kehendak untuk menjadi pemilik tunggal atas diri pasangan kita tersebut, termasuk sebaliknya.

Namun kadangkala, setiap pasangan suka tidak berlaku jujur untuk mengungkapkan isi hatinya tersebut. Bahwa ia mencintai seseorang selain kita. Dan terus menerus berpura-pura bahwa ia masih mencintai diri kita, yang sebetulnya rasa itu bercabang.