Recent News

Selamat datang kawan di blog personal saya. Semoga anda tidak muntah membaca semua postingannya.
Tampilkan postingan dengan label All about my life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All about my life. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 April 2012

Hai Ini Debut Yang Menyenangkan


Hahahahaha..... Gua bingung harus mulai dari mana dan beri judul postingan kali ini apa. Gua sudah kepalang senang habisnya. Gimana nggak. Gua baru saja menyelesaikan tugas sebagai #JournalistExperience untuk Hai-Online di Hammersonic Festival 2012, sebuah pesta akbar se-Asia Tenggara dan perayaan wajib bagi metalhead.

Awalnya sih cuma iseng sewaktu gua lihat salah satu tweet Hai di Twitter yang mencari tiga orang reporter dan fotograper. Iseng aja ngirim hasil review acara perayaan Ruang Rupa Galeri yang waktu itu bertajuk RRRec Festival #2 di Taman Ismail Marzuki, Cikini, pada bulan Desember tahun lalu. Yah niatnya sih sebagai tolak ukur bagaimana kualitas penulisan gua juga. Ditolak berarti gua harus memperbaiki tulisan gua lagi. Diterima yah bagus berarti. Dan ternyata tulisan gua diterima dan gua terpilih sebagai reporter untuk ngliput di Hammersonic yang bertempat di Lapangan D Senayan, Jakarta.

Pertama gua seneng bukan karna gua bisa ngliput acara metal terbesar se-Asia Tenggara itu. Tapi karena berarti tulisan gua itu menarik. Tapi setelah fase euforia itu lewat, gua seneng bisa ngliput, apalagi untuk media yang bisa dibilang punya jam terbang tinggi seperti Hai ini. Bingung juga mau dilampiasin kaya gimana saat itu. Gimana nggak senang coba, ini seperti "nyolong" start. Disaat gua baru mendaftar kan diri sebagai mahasiswa difakultas ilmu komunikasi dan berniat memperdalam lagi ilmu jurnalistik. Gua sudah punya kesempatan seperti ini. Ini kesempatan besar banget dan tentunya memiliki nilai histori yang besar buat gua pribadi.

Dan akhirnya pada tanggal 28 April kemarin gua memulai debut gua sebagai jurnalis untuk Hammersonic. Dengan id press gua bisa nonton acara yang besar dan digarap dengan profesionalitas tinggi, keluar masuk back stage, interviu band-band besar, dan tentunya foto dengan mereka. Terlalu cepat berpuas diri memang. Tapi ini bukan akhir buat gua. Ini baru awal buat gua sebagai jurnalis.

Me w: John Menor (D.R.I.) & Jimbul (Quest4Justice) at Back Stage

Jumat, 13 April 2012

Untuk Mu: TV Ku Yang Malang

Kasihan tv ku. Akibat aku terlalu sayang dengan laptop dan seperangkat sound system-nya. Ia terbengkalai tak berdaya disudut kamar ku yang remang. Jangan salahkan aku. Salahkan saja semua stasiun tv serta program-program acaranya yang kadang menjijikan. Maaf kan aku apabila aku tidak pernah menyentuh mu lagi. Tidak, aku tidak sedang pilih kasih. Aku hanya sedang berusaha menghemat tawa ku dari setiap paksaan lelucon yang mereka (Stasiun tv) berikan.






Jumat, 24 Februari 2012

Membosankan

Membosankan. Yah anda itu sangat membosankan. Benar-benar membosankan. Lebih membosankan dari hal apapun selama (kurang lebih) lima bulan terkahir ini. Anda membosankan bukan karna anda tidak cukup modis untuk saya. Bukan karna selera musik anda tidak sama dengan saya. Anda membosankan karna anda terlalu apatis terhadap kita. Anda terlalu membosankan karna anda tidak pernah mengenal saya. Bahkan, anda tidak pernah tau dengan apa yang saya lakukan, anda tidak pernah ingin tau dan peduli. Anda membosankan karna anda sebenarnya hanya membutuhkan seorang pengemudi yang siap melayani anda dua puluh empat jam dan bukan seorang teman yang spesial. Anda membosankan karna anda tidak ingin berlama-lama dengan saya. Anda membosankan karna anda tidak pernah punya ide untuk melakukan sesuatu ketika bersama saya. Anda membosankan karna anda selalu tidak setuju dengan ide saya untuk melakukan sesuatu demi kita dengan alasan terlalu "begini" dan "begitu". Anda membosankan karna anda membiarkan saya menulis panjang lebar untuk blog nista ini. Anda membosankan karna tidak bisa menjadi teman bercerita saya. Anda membosankan karna anda terlalu tuli saat saya coba berdiskusi. Bosan..Bosan..Bosan..Membosankan karna nama anda terlalu indah, Tiara.

Selasa, 24 Januari 2012

Masa Muda, Lakukan Apa Yang Kita Ingin Lakukan

Huh *menghela nafas*.. yah belakangan ini gua banyak banget disibukan dengan pekerjaan yang sifatnya tuh informal. Pekerjaan yang benar-benar gua merasa gua menjadi diri gua sendiri karna gua tidak merasa terbebani dengan perintah siapapun. Gua benar-benar merasa bebas sekaligus puas secara batin. Puas secara batin ? yah boleh dibilang untuk saat ini gua berani mengklaim kalau gua kaya secara batin, karna gua berhasil melakukan apapun yang sifatnya tuh dari dalam diri gua sendiri. Yah, memang secara materi masih belum bisa menghidupi. Tapi, untuk saat ini terpuaskannya batin dengan melakukan itu semua, bagi gua sudah teramat cukup. Memang, untuk lima atau beberapa tahun kemudian, saat gua sudah mulai bersiap untuk berkeluarga, gua pasti akan berhadapan pada satu titik dimana materi itu perlu dicari dan gua tidak bisa melakukan apapun sebebas seperti sekarang. Tapi sebelum waktu itu tiba, gua akan berusaha total untuk semua ini.

Kamis, 05 Januari 2012

Ketika Kucing Bersalin

Jam berapa sekarang ? oh jam 7.14 pagi. Ada yang salah dengan itu ? tidak, untuk kalian yang sudah puas tidur nyenyak tadi malam. Dan, salah untuk gua yang sedari tadi malam belum tidur. Sudah coba memejamkan mata barang tiga puluh menit namun terbangun lagi. Satu alasan konyol yang membuat gua masih melek hingga sekarang, KUCING BERANAK!

Padahal kemarin itu adalah hari yang sangat amat melelahkan dan basah. Gua baru keliling Jakarta lengkap dengan berlepek ria. Dan itu membuat gua rasanya ingin tidur. Tapi nyatanya setelah sampai dirumah, GUA MELEK, SAMPAI SEKARANG!

Dari pukul 00.00 WIB lalu, gua sudah mencoba berbagai cara untuk bisa tertidur. Mulai dari yang klasik seperti menghitung domba sampai yang paling modern, menghitung followers Mario Teguh perdetiknya. Tapi apa daya gua masih terjaga. Yah, SEKALI LAGI SAMPAI SEKARANG!

Gua pun coba memancing kantuk dengan cara memasang trek dari band band shoegaze macam Hammock yang feel mengawangnya tuh berasa banget. Tapi tetep Hammock kurang kece ternyata. GUA MASIH MELEK!

Sabtu, 03 Desember 2011

Mari Bernostalgia Dengan Masa Lalu Dan Alam Lalu

PERHATIAN!!!
Ada baiknya kalian mainkan sebuah track dari Funny Litte Dream untuk menemani kalian membaca esay ini.
1.funnyLittleDream-FunnyLittleDream by hizamibadabing

Kemarin mama dan adik gua yang paling kecil, Adit, mau berangkat untuk study tour ke Taman Matahari. Gua sempet nanya sama mama, "Disana emangnya ada apa ma ?" dan mama jawab, "Outbound, wisata air, banyak deh, kenapa mau ikut ?" tanya mama. Pas mama nanya begitu gua cuma geleng kepala. Dan berangkatlah mereka ke Taman Matahari.

Malemnya mereka pulang dengan beberapa foto sewaktu di Taman Matahari yang tersimpan didalam MemoryCard Camera Digital. Karna penasaran dengan apa itu Taman Matahari, gua minjem tuh Memory Card terus gua pasang dilaptop.

Gua buka satu-satu fotonya mama dan Adit. Ada banyak juga sih jumlahnya. Ada yang Adit lagi main disawah, yah semacam sedang belajar bagaimana cara menanam padi dan ada juga fotonya Adit yang sedang asyik main lumpur disawah bersama beberapa temannya.

Selasa, 22 November 2011

If Love is Blind

"People say that you’re no good for me. People say it constantly. I hear it said so much I repeat it in my sleep"

Lagu dari penyanyi asal Amerika kelahiran Oktober 1971, Tiffany Renee Darwish, yang berjudul sama dengan judul pada posting kali ini baru saja menjadi backsound dari kegundah gulaan gua. Bosen nggak sih menemukan kata gundah diblog ini ? Kalau lu lagi gak sibuk, coba hitung ada berapa kata gundah. Pastinya banyak.

Penyebabnya masih sama yakni percintaan. Kalau kemarin gua posting tentang pahitnya kenyataan tentang seseorang yang sudah melakukan apapun bareng gua selama tiga tahun terakhir dan tanpa gua duga, orang tersebut bisa-bisanya menjadikan gua "alat" cemburu untuk orang lain. Dan kali ini gua akan posting tentang, hmmm, yah masih dia.

Seharusnya gua seneng semuanya kembali seperti semula. Dia mau mention gua diTwitter, pasang PM dengan bla..bla..bla.. kalian tau lah sewajarnya orang yang sedang kasmaran dengan kekasihnya. Tapi gua justru merasakan hal yang sebaliknya. Gua ragu. Mungkin ini efek dari kejadian dua minggu lalu.

Sabtu, 19 November 2011

Perkembangan Musik Folk

Introduksi: Belakangan ini gua sering menyampingkan koleksi rilisan-rilisan dari band-band hardcore punya gua, kecuali mereka yang bermain di ranah 80's, gua masih mendengarkannya. Sekarang ini gua lebih banyak mendengarkan band-band dengan genre diluar hardcore & punk (kecuali yang gua sebutkan tadi) dan salah satunya adalah folk. Berikut ini ada artikel yang menarik untuk kalian yang ingin tau tentang apa itu folk serta perkembangannya yang berhasil gua repost dari salah satu website. Silahkan dibaca. -Alfian-

Mungkin, lebih dari 80% di pikiran loe ketika ditanya mengenai Musik Folk, maka yang terbayang adalah Musik Folk Rock, seperti American Folk atau Country.

Bagi loe yang belum mengetahui, musik folk memilki arti yang sama dengan World Music atau Musik Etnik atau Country. Jika menilik kelahiran musik folk, yang jelas tidak bisa ditentukan dengan pasti kapan mereka lahir pertama kali. Karena hampir di setiap sudut tempat di dunia memiliki musik khas (musik ibu/musik etnik) yang sudah lama lahir turun-temurun di setiap tempat di dunia, yang entah sudah berlangsung berapa puluh-ratus generasi dalam tradisi bermusik di setiap daerah di penjuru dunia.

Senin, 07 November 2011

Perlunya Belajar Ikhlas #2

Cinta itu adalah hak siapa saja. Lu, gua, mereka, dan kita berhak mencinta. Termasuk mereka yang sudah memiliki pasangan, berhak mencintai orang lain selain pasangan mereka. Kita tidak bisa memaksakan seseorang atau pasangan kita untuk tidak bisa mencintai orang lain. Apalagi jika pasangan kita itu merasa sedikit (atau banyak) lebih nyaman dengan orang baru tersebut. Karna kita tidak bisa memaksakan kehendak untuk menjadi pemilik tunggal atas diri pasangan kita tersebut, termasuk sebaliknya.

Namun kadangkala, setiap pasangan suka tidak berlaku jujur untuk mengungkapkan isi hatinya tersebut. Bahwa ia mencintai seseorang selain kita. Dan terus menerus berpura-pura bahwa ia masih mencintai diri kita, yang sebetulnya rasa itu bercabang.

Kamis, 03 November 2011

Sesunyi Dan Sepekat Malam

Sendu. Gak tau kenapa belakangan ini terus merasakan itu. Penyebabnya juga belum jelas. Mungkin bisa jadi karna disebabkan oleh penyakit posesif gua, atau mungkin bisa jadi malah karna belakangan ini lebih sering dengerin Self Titled-nya Payung Teduh. Spekulasi yang kedua absurd.

Terus menerus merasakan yang namanya Alone In A Crowd. Masih belum tau penyebabnya apa. Karna gua terlalu sensitif, mungkin. Mungkin juga, karna gua terlalu hipokrit untuk mengakui bahwa gua adalah pribadi yang senang dipuji. Terlalu bimbang untuk menentukan sebab. Itulah titik lemah gua, BIMBANG.

Sudah dua paragraf gua tulis pada posting kali ini. Masuk paragraf ketiga, mendadak bingung mau menulis apa.

Jumat, 21 Oktober 2011

Elegi Patah Arang

Kita memang sudah membaik dalam dua minggu terakhir ini. Namun gua merasa ada sesuatu yang ganjil. Sebuah perasaan hambar yang melintas tepat di tengah-tengah langkah kita berdua. Awalnya, gua tidak begitu menghiraukan perasaan itu. Dan lebih menganggapnya sebagai sebuah halusinasi efek dari rasa posesif. Namun, semakin hari semakin gua menentukan bahwa itu bukan hanya sebuah halusinasi. Perasaan hambar itu benar ada.

Sedikit kecewa saat gua tau bahwa selama (kurang lebih) dua minggu terakhir ini, lu tidak menemukan rasa nyaman sewaktu berada di samping gua. Gua juga belum bisa memastikan penyebabnya apa. Namun, setidaknya gua selama ini sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik. Menuruti semua kemauan lu. Gua melakukan semua itu bukan karna ingin terlihat baik dimata lu ataupun keluarga lu bahkan teman-teman lu, tidak. Yah, mungkin pengharapan seperti itu kadang ada. Tapi semua yang pernah gua lakukan itu sebatas untuk meringankan beban lu. Karna gua tau kondisi lu saat ini seperti apa dan bagimana. Tidak, ini bukan catatan untuk menaikan derajat gua dimata lu. Bukan juga untuk merangsang empati lu.

Rabu, 19 Oktober 2011

Sebuah Keraguan

SEBUAH KERAGUAN

Kita berjalan bersama. Sama-sama di aspal yang sama
Namun tak sedikitpun kita sama-sama bertatap muka
Kita sama-sama kenal. Namun kita seperti tidak saling mengenal
Kita tidak lagi melihat bulan sebagai sebuah harapan untuk melihat matahari

Ku coba memecah kebekuan dengan bertanya
Namun kau enggan menjawab dan terus acuh
Tanpa kau sadari leher mu begitu tinggi terangkat
Kau anggap apa aku ini ?

Apa kau melihat sesuatu yang sama dengan ku ?
Apa kau turut merasakan sesuatu yang sama dengan ku ?
Bisikanlah jawaban mu itu tepat di telinga kanan ku
Agar keraguan ini hilang

Sabtu, 15 Oktober 2011

Oh, Saya Mengulang Tahun

Hari apa sekarang ? Hari minggu. Tanggal berapa sekarang ? 16. Bulan apa ? Oktober. Benar-benar hari yang biasa. Oh, sekarang menjadi biasa. Tapi dulu, hari ini adalah hari yang tidak biasa. Dimana hari ini gua selalu menunggu SMS dari orang-orang terkasih tepat pada pukul 00.00. Menunggu mereka mengucap, "Selamat ulang tahun yah fi. Semoga sehat selalu dan bla..bla..bla.." Tapi tidak untuk saat ini. Gua tidak begitu mengharapkannya dan memperlakukan hari ini menjadi lebih istimewa ketimbang hari-hari sebelumnya, tidak. Tidak akan terulang kembali perlakuan khusus untuk hari ini seperti yang sudah-sudah.

Sesuatu telah merubah cara pandang gua terhadap hari dimana kita pertama kali dihempaskan ke dunia. Gua tidak menyalahkan kalian yang sudah terlanjur mengucapkan selamat tepat di hari ini melalui berbagai media, entah itu Jerjaring sosial ataupun via SMS. Gua berhutang budi pada kalian yang telah mengucapkan. Karna kalian telah berhasil menjadi sebuah alarm untuk mengingatkan gua bahwa kesempatan untuk hidup gua semakin menipis. Dan kalian dengan ucapan selamat kalian itu telah berhasil menjadi cambukan keras untuk gua yang kini (mungkin) sedang tertidur untuk bangun. Bangun dan mulai mencari celah untuk merancang kembali kepingan-kepingan masa depan yang memang sengaja diberantakan.

Kamis, 13 Oktober 2011

Biarkan Semuanya Mengalir Sebagaimana Mestinya

Sudah lebih dari seminggu, kini gua berstatus sebagai mahasiswa. Bertemu dengan lima puluh kawan baru tentu dengan watak yang berbeda-beda disetiap kepalanya. Di minggu-minggu pertama semua masih berjalan normal dan yah, belum begitu menjengkelkan. Namun, setelah minggu-minggu berikutnya mulai nampak menjengkelkan. Terlebih dari sikap-sikap individu yang terlalu memiliki harapan besar untuk membuat lima puluh orang berkumpul menjadi satu dalam setiap waktu dan selalu melakukan apapun secara bersamaan.

Tidak, kita tidak sedang bermusuhan. Jika memang didalam kelas yang dihuni lima puluh orang tersebut terjadi sebuah pengelompokan, itu bukan dikarenakan kita bermusuhan, sekali lagi tidak. Ini semua alamiah. Ini bukan terjadi karna masing-masing dari kita ingin mendirikan Gang-nya masing-masing, tidak. Tapi ini lebih kepada rasa nyaman siapa dengan siapa.

Rabu, 12 Oktober 2011

Ini Suara Kenapa

Hey, ini adalah suara yang sebenarnya sudah terlalu lama mengendap dalam lapisan-lapisan tanah kesabaran. Sengaja digali kembali supaya kau mampuh melihat wujud dari setiap jengkal jari yang aku acungkan ke langit tepat di hadapan mu.

Aku terlalu lelah untuk memaklumi semua kebiasaan buruk mu diwaktu dulu. Diwaktu dimana kau masih merajai dunia. Kini lihatlah diri mu dan sekeliling mu. Aku tau kamu menyadari semuanya sudah berubah drastis. Tapi aku selalu menyesali sikap mu yang tak pernah ingin mengkondisikan diri dengan keadaan yang sekarang. Kenapa kau masih saja berperilaku seperti dulu ? Bermimpi merajai dunia kembali ? Sadar! Bangkit! Semua sudah pudar.

Kamis, 29 September 2011

Biarkan Penyesalan Menjadi Sejarah Kehidupan

Semua orang sudah tau bahwa penyesalan itu selalu datang setelah apa yang telah kita lakukan. Memang menyesali itu adalah sesuatu yang cukup ironis dan kita hanya bisa meratapi dengan sejuta bayangan serta pertanyaan kenapa. Ketika kita sedang dalam gelombang-gelombang penyesalan kita selalu berandai-andai waktu akan berputar kemasa lampau dan bergumam akan memperbaiki kesalahan yang membuat penyesalan ini begitu menyakitkan. Sebagaimana yang kita tau, waktu seperti air di sungai yang terus mengalir ke depan.

Dan itu lah kiranya yang sedang gua rasakan saat ini, menyesal. Dia, Tiara, adalah wanita yang membuat gua sadar betapa merasa superiornya gua ketika gua dan dia menjalankan suatu hubungan, pacaran. Sebelum kejadian ini terjadi, gua selalu berpikir kalau gua dan dia tidak akan sampai pada satu titik dimana interaksi kita menjadi beku. Dan yang namanya saling memberi dan mengasihi itu tidak akan pernah terjadi lagi. Oke singkatnya kita PUTUS!

Ini Bukan Mimpi

Sudah hampir satu minggu tapi dia belum juga menunjukan perubahan keputusan. Dan gua terus menerus berharap bahwa saat ini gua sedang tertidur pulas dengan mimpi buruk yang amat sangat melelahkan. Berharap gua segera terbangun dari mimpi buruk ini. Dan semua kembali normal.

Seharusnya gua bisa merasa senang. Bukannya waktu kita (gua dan dia) masih jalan diatas aspal yang sama, gua menginginkan jalan di aspal yang berbeda ? Oh itu ternyata hanya emosi dan hasrat sesaat. Kini, setelah gua merasakan telah benar-benar berjalan di atas aspal yang berbeda. Gua justru sulit untuk jalan sendiri. Gua mencoba untuk mengikuti dia berjalan di atas aspal yang sedang ia lalui. Namun, ia selalu menutup jalannya dengan portal, sehingga sulit untuk kita jalan bareng lagi.

Senin, 26 September 2011

Sajak Pagi Hari


Melankolia menjadi introduksi indah pagi ini
Mencoba berdialog di waktu pagi ternyata bukanlah hal yang pantas untuk dilakukan
Hey lihat, ini balada untuk menyambut matahari
Tak ada yang lebih ringkih dari apa yang sudah lama di pertahankan
Tak ada lagi senyawa di dalamnya
Jangan tanya harapan. Itu sudah terbakar entah kapan
Doa menjadi ode lembut nan samar seperti kabut
Terlalu muak untuk menyalahkan setan
Terlalu muak untuk menyertakan maaf di setiap paragraf
Kita sudah sampai di ujung
Maka dari itu kita lihat saja apa yang terjadi pada jalan setapak yang belum kita lewati
Ada apa disana
Dan mari kita nikmati kegundahaan ini sebelum menjadi basi
Aku sudah terbiasa dan akan menjadi sangat biasa pada akhirnya

Sabtu, 24 September 2011

Original Text (This is fake. Just Joke. For fun)

TENTANG SESEORANG

Ku lari ke hutan kemudian kesasar ku.
Ku lari ke pantai kemudian tenggelam ku.
Sepi, sepi dan sendiri, aku basah.
Ingin bilas ku di pasar.
Bosan ku dengan cokelat,makan saja alpukat.
Seperti berbelanja di malam hari.
Pecahkan saja piring dan gelasnya.
Biar tak makan sampai kapan.
Ada malaikat mencuci baju di pinggir kali.
Kenapa tak gunakan saja laundry agar bersih ?
Ataukah aku harus ke rutan lalu santai ?

Check This Out!

Kamis, 22 September 2011

Masa Depan ? Akan Seperti Apa Wujud Mu ?

Minggu ini adalah minggu pertama gua masuk ke dunia baru, dunia perkuliahan. Gua kuliah disalah satu universitas swasta di Depok, Universitas Gunadarma (UG) tepatnya. Yah, atas tawaran dari kedua orang tua gua yang sebelumnya menyuruh gua untuk kerja terlebih dahulu sebelum kuliah, gua pun memutuskan untuk kuliah disana. Keputusan itu bukanlah keputusan mutlak yang berasal dari diri gua sendiri. Boleh dibilang 50% memang keputusan gua dan 50% nya lagi keputusan orang tua gua itu. Begitu juga sewaktu menentukan jurusan mana yang harus dipilih.