Recent News

Selamat datang kawan di blog personal saya. Semoga anda tidak muntah membaca semua postingannya.
Tampilkan postingan dengan label depressed. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label depressed. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

Mari Bernostalgia Dengan Masa Lalu Dan Alam Lalu

PERHATIAN!!!
Ada baiknya kalian mainkan sebuah track dari Funny Litte Dream untuk menemani kalian membaca esay ini.
1.funnyLittleDream-FunnyLittleDream by hizamibadabing

Kemarin mama dan adik gua yang paling kecil, Adit, mau berangkat untuk study tour ke Taman Matahari. Gua sempet nanya sama mama, "Disana emangnya ada apa ma ?" dan mama jawab, "Outbound, wisata air, banyak deh, kenapa mau ikut ?" tanya mama. Pas mama nanya begitu gua cuma geleng kepala. Dan berangkatlah mereka ke Taman Matahari.

Malemnya mereka pulang dengan beberapa foto sewaktu di Taman Matahari yang tersimpan didalam MemoryCard Camera Digital. Karna penasaran dengan apa itu Taman Matahari, gua minjem tuh Memory Card terus gua pasang dilaptop.

Gua buka satu-satu fotonya mama dan Adit. Ada banyak juga sih jumlahnya. Ada yang Adit lagi main disawah, yah semacam sedang belajar bagaimana cara menanam padi dan ada juga fotonya Adit yang sedang asyik main lumpur disawah bersama beberapa temannya.

Kamis, 24 November 2011

Antara Morrisey dan Saya

Sekarang banyak banget yah kita lihat cowok-cowok yang hairstylenya mirip Morrisey atau Elvis Presley ? Entahlah. Ditambah kacamata ala para geek. Gak masalah sih buat gua. Masalah fashion itu kan mengenai selera orang. Tapi gua baru saja bersentuhan dengan seseorang yang mencoba merubah gua kearah yang gak gua suka yakni memaksa gua untuk memangkas rambut mirip ex.vokalis The Smith itu.

Gua memang kurang suka hairstylenya Om Moz. Bukan maksud untuk menjadi beda diantara gempuran trend hairstyle macem itu. Tapi lebih kepada kenyataan yang mengatakan bahwa kepala gua memang gak pas jika harus tampil dengan rambut berjambul dengan sisi kanan dan kiri terpangkas rapi. Lagi pula, mana ada manusia yang beda. Mau dilihat dari manapun manusia itu sama semua (ini bukan dalam konteks ketuhanan yah). Mau dibilang, gua terlalu patuh pada slogan Just Be Your Self juga nggak. Gua sadar manusia nggak ada yang bisa menjadi dirinya sendiri. Kita semuanya itu plagiat. Kita meniru dari contoh yang menurut kita pantas untuk kita contoh. Baik itu dari segi fashion ataupun attitude.

Selasa, 22 November 2011

If Love is Blind

"People say that you’re no good for me. People say it constantly. I hear it said so much I repeat it in my sleep"

Lagu dari penyanyi asal Amerika kelahiran Oktober 1971, Tiffany Renee Darwish, yang berjudul sama dengan judul pada posting kali ini baru saja menjadi backsound dari kegundah gulaan gua. Bosen nggak sih menemukan kata gundah diblog ini ? Kalau lu lagi gak sibuk, coba hitung ada berapa kata gundah. Pastinya banyak.

Penyebabnya masih sama yakni percintaan. Kalau kemarin gua posting tentang pahitnya kenyataan tentang seseorang yang sudah melakukan apapun bareng gua selama tiga tahun terakhir dan tanpa gua duga, orang tersebut bisa-bisanya menjadikan gua "alat" cemburu untuk orang lain. Dan kali ini gua akan posting tentang, hmmm, yah masih dia.

Seharusnya gua seneng semuanya kembali seperti semula. Dia mau mention gua diTwitter, pasang PM dengan bla..bla..bla.. kalian tau lah sewajarnya orang yang sedang kasmaran dengan kekasihnya. Tapi gua justru merasakan hal yang sebaliknya. Gua ragu. Mungkin ini efek dari kejadian dua minggu lalu.

Kamis, 03 November 2011

Sesunyi Dan Sepekat Malam

Sendu. Gak tau kenapa belakangan ini terus merasakan itu. Penyebabnya juga belum jelas. Mungkin bisa jadi karna disebabkan oleh penyakit posesif gua, atau mungkin bisa jadi malah karna belakangan ini lebih sering dengerin Self Titled-nya Payung Teduh. Spekulasi yang kedua absurd.

Terus menerus merasakan yang namanya Alone In A Crowd. Masih belum tau penyebabnya apa. Karna gua terlalu sensitif, mungkin. Mungkin juga, karna gua terlalu hipokrit untuk mengakui bahwa gua adalah pribadi yang senang dipuji. Terlalu bimbang untuk menentukan sebab. Itulah titik lemah gua, BIMBANG.

Sudah dua paragraf gua tulis pada posting kali ini. Masuk paragraf ketiga, mendadak bingung mau menulis apa.

Jumat, 21 Oktober 2011

Elegi Patah Arang

Kita memang sudah membaik dalam dua minggu terakhir ini. Namun gua merasa ada sesuatu yang ganjil. Sebuah perasaan hambar yang melintas tepat di tengah-tengah langkah kita berdua. Awalnya, gua tidak begitu menghiraukan perasaan itu. Dan lebih menganggapnya sebagai sebuah halusinasi efek dari rasa posesif. Namun, semakin hari semakin gua menentukan bahwa itu bukan hanya sebuah halusinasi. Perasaan hambar itu benar ada.

Sedikit kecewa saat gua tau bahwa selama (kurang lebih) dua minggu terakhir ini, lu tidak menemukan rasa nyaman sewaktu berada di samping gua. Gua juga belum bisa memastikan penyebabnya apa. Namun, setidaknya gua selama ini sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik. Menuruti semua kemauan lu. Gua melakukan semua itu bukan karna ingin terlihat baik dimata lu ataupun keluarga lu bahkan teman-teman lu, tidak. Yah, mungkin pengharapan seperti itu kadang ada. Tapi semua yang pernah gua lakukan itu sebatas untuk meringankan beban lu. Karna gua tau kondisi lu saat ini seperti apa dan bagimana. Tidak, ini bukan catatan untuk menaikan derajat gua dimata lu. Bukan juga untuk merangsang empati lu.

Rabu, 19 Oktober 2011

Sebuah Keraguan

SEBUAH KERAGUAN

Kita berjalan bersama. Sama-sama di aspal yang sama
Namun tak sedikitpun kita sama-sama bertatap muka
Kita sama-sama kenal. Namun kita seperti tidak saling mengenal
Kita tidak lagi melihat bulan sebagai sebuah harapan untuk melihat matahari

Ku coba memecah kebekuan dengan bertanya
Namun kau enggan menjawab dan terus acuh
Tanpa kau sadari leher mu begitu tinggi terangkat
Kau anggap apa aku ini ?

Apa kau melihat sesuatu yang sama dengan ku ?
Apa kau turut merasakan sesuatu yang sama dengan ku ?
Bisikanlah jawaban mu itu tepat di telinga kanan ku
Agar keraguan ini hilang

Kamis, 13 Oktober 2011

Biarkan Semuanya Mengalir Sebagaimana Mestinya

Sudah lebih dari seminggu, kini gua berstatus sebagai mahasiswa. Bertemu dengan lima puluh kawan baru tentu dengan watak yang berbeda-beda disetiap kepalanya. Di minggu-minggu pertama semua masih berjalan normal dan yah, belum begitu menjengkelkan. Namun, setelah minggu-minggu berikutnya mulai nampak menjengkelkan. Terlebih dari sikap-sikap individu yang terlalu memiliki harapan besar untuk membuat lima puluh orang berkumpul menjadi satu dalam setiap waktu dan selalu melakukan apapun secara bersamaan.

Tidak, kita tidak sedang bermusuhan. Jika memang didalam kelas yang dihuni lima puluh orang tersebut terjadi sebuah pengelompokan, itu bukan dikarenakan kita bermusuhan, sekali lagi tidak. Ini semua alamiah. Ini bukan terjadi karna masing-masing dari kita ingin mendirikan Gang-nya masing-masing, tidak. Tapi ini lebih kepada rasa nyaman siapa dengan siapa.

Kamis, 29 September 2011

Biarkan Penyesalan Menjadi Sejarah Kehidupan

Semua orang sudah tau bahwa penyesalan itu selalu datang setelah apa yang telah kita lakukan. Memang menyesali itu adalah sesuatu yang cukup ironis dan kita hanya bisa meratapi dengan sejuta bayangan serta pertanyaan kenapa. Ketika kita sedang dalam gelombang-gelombang penyesalan kita selalu berandai-andai waktu akan berputar kemasa lampau dan bergumam akan memperbaiki kesalahan yang membuat penyesalan ini begitu menyakitkan. Sebagaimana yang kita tau, waktu seperti air di sungai yang terus mengalir ke depan.

Dan itu lah kiranya yang sedang gua rasakan saat ini, menyesal. Dia, Tiara, adalah wanita yang membuat gua sadar betapa merasa superiornya gua ketika gua dan dia menjalankan suatu hubungan, pacaran. Sebelum kejadian ini terjadi, gua selalu berpikir kalau gua dan dia tidak akan sampai pada satu titik dimana interaksi kita menjadi beku. Dan yang namanya saling memberi dan mengasihi itu tidak akan pernah terjadi lagi. Oke singkatnya kita PUTUS!

Ini Bukan Mimpi

Sudah hampir satu minggu tapi dia belum juga menunjukan perubahan keputusan. Dan gua terus menerus berharap bahwa saat ini gua sedang tertidur pulas dengan mimpi buruk yang amat sangat melelahkan. Berharap gua segera terbangun dari mimpi buruk ini. Dan semua kembali normal.

Seharusnya gua bisa merasa senang. Bukannya waktu kita (gua dan dia) masih jalan diatas aspal yang sama, gua menginginkan jalan di aspal yang berbeda ? Oh itu ternyata hanya emosi dan hasrat sesaat. Kini, setelah gua merasakan telah benar-benar berjalan di atas aspal yang berbeda. Gua justru sulit untuk jalan sendiri. Gua mencoba untuk mengikuti dia berjalan di atas aspal yang sedang ia lalui. Namun, ia selalu menutup jalannya dengan portal, sehingga sulit untuk kita jalan bareng lagi.

Senin, 26 September 2011

Sajak Pagi Hari


Melankolia menjadi introduksi indah pagi ini
Mencoba berdialog di waktu pagi ternyata bukanlah hal yang pantas untuk dilakukan
Hey lihat, ini balada untuk menyambut matahari
Tak ada yang lebih ringkih dari apa yang sudah lama di pertahankan
Tak ada lagi senyawa di dalamnya
Jangan tanya harapan. Itu sudah terbakar entah kapan
Doa menjadi ode lembut nan samar seperti kabut
Terlalu muak untuk menyalahkan setan
Terlalu muak untuk menyertakan maaf di setiap paragraf
Kita sudah sampai di ujung
Maka dari itu kita lihat saja apa yang terjadi pada jalan setapak yang belum kita lewati
Ada apa disana
Dan mari kita nikmati kegundahaan ini sebelum menjadi basi
Aku sudah terbiasa dan akan menjadi sangat biasa pada akhirnya

Kamis, 22 September 2011

Masa Depan ? Akan Seperti Apa Wujud Mu ?

Minggu ini adalah minggu pertama gua masuk ke dunia baru, dunia perkuliahan. Gua kuliah disalah satu universitas swasta di Depok, Universitas Gunadarma (UG) tepatnya. Yah, atas tawaran dari kedua orang tua gua yang sebelumnya menyuruh gua untuk kerja terlebih dahulu sebelum kuliah, gua pun memutuskan untuk kuliah disana. Keputusan itu bukanlah keputusan mutlak yang berasal dari diri gua sendiri. Boleh dibilang 50% memang keputusan gua dan 50% nya lagi keputusan orang tua gua itu. Begitu juga sewaktu menentukan jurusan mana yang harus dipilih.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Potret Melankolis


Gambar diatas mungkin terlihat biasa. Siapa saja yang baru mengenal software Photoshop pun pasti bisa menjadikan foto pribadinya menjadi seperti itu. Tapi tidak untuk gua. Foto yang memang biasa itu tidak biasa untuk gua. Kenapa ? meski di edit dengan sangat simple namun gua tidak asal. Maksudnya, gambar diatas adalah gambar yang berkonseptual jelas buat gua pribadi.

Rabu, 27 Juli 2011

Awas! Bahaya Laten

Setelah sekian lama gua gak pernah melakukan hal ini lagi : menghias tembok publik. Terakhir gua melakukan ini sewaktu isu pembangunan gedung DPR yang baru. Pada waktu itu gua menghias dinding di beberapa titik di kota Depok dengan gambar ini :


Sabtu, 23 Juli 2011

Ketika Setiap Kekurangan Harus Di Balas Tragedi

Gua tau, gua sebagai manusia jauh dari kata sempurna. Semua orang juga sepertinya sudah tau kalau manusia itu tidak ada yang sempurna. Dan sama-sama mempunyai dua sisi : baik dan buruk. Yah, sekali lagi gua katakan manusia tidak ada yang sempurna.

Gua juga sadar sebagai seorang cowok gua tidaklah sempurna. Lagi dan lagi kata sempurna yang terulang. Kadang gua bisa membuat lu nyaman kadang malah sebaliknya. Bukankah juga manusia itu diciptakan untuk saling menutupi kekurang satu sama lain ? Bukan untuk memperburuk kekurang masing-masing ?

Terlalu Banyak Yang Menjadi Korban Kita

Cukup! cukup sudah, jangan ada lagi yang menjadi korban dari hubungan kita ini. Gua tau kita masih sama-sama labil untuk semua ini. Tapi sampai kapan kita harus mengorbankan orang lain demi langgengnya hubungan kita ?

Biarkanlah kita yang merasakannya dan jangan dilimpahkan ke mereka yang tak bersalah. Karna mereka tak benar-benar tau yang sebenarnya sedang terjadi di antara kita. Cukup sudah membuat orang lain berfikir kita benar-benar mencintai dirinya yang sebenarnya hanya menjadi pelarian dari ego kita sesaat. Cukup sudah membuat kita di blacklist oleh mereka-mereka yang telah kita tuduh. Cukup sudah kita memberi inspirasi kepada mereka untuk merangkai kata di note pribadinya. Cukup sudah membuat mereka menjadi besar kepala dan gede rasa hanya karna kita terus menghubunginya. Cukup! Hentikan semua permainan gila kita ini.

Jumat, 22 Juli 2011

Minggu Yang Pelik

Kompleksitas yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Nyaris membuat gua mengambil keputusan untuk mati muda. Terdengar konyol memang. Sebuah insiden yang terjadi secara beruntun dan sudah sepantasnya disebut sebagai Tragedi. Semuanya masalah terus mengalami pengulangan sehingga gua jadi semakin terbiasa dengan semua ini.

Berangkat dari sebuah absurdnya posesif kemudian mengalami sebuah evolusi menjadi peristiwa. Posesif, mengacu pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang berarti bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu. Membaca kalimat tersebut, sudah tak perlu dijelaskan kembali esay ini berideologi apa.

Senin, 18 Juli 2011

Merasa Lelah Ketika Bibirnya Berkata

Jam dinding terus berdetak tanpa mempedulikan sekitarnya. Semakin tak terasa ia sudah hampir mendekati pukul 24.00. Langit diluar nampaknya sudah mulai semakin menghitam. Bintang dan bulan semakin tegar menampakkan wujudnya. Dinginnya udara diluar membekukan suasana didalam. Tak sepata kata pun terucap dari mulut mereka, nyaris selama satu jam terakhir. Desis angin dan bisingnya Jangkrik berpadu dengan helaaan nafas menjadikan komposisi yang harmonis dimalam itu.

Sang wanita melirik dengan sorot mata yang penuh harapan kepada sang pria. Namun sang pria tak sedikit pun membalas lirik matanya. Ia sedang asyik menyibukan diri. Mencoba bersikap tenang meski kenyataan yang sedang ia hadapi begitu berat.

"Jangan putus ay,jangan bilang kamu mau nglupain aku. aku gak bisa pacaran sama yang lain. Aku cuma ngluarin kekeselan aku aja saat itu, sakit hati sama kamu." Kata sang wanita memelas.

Kamis, 07 Juli 2011

Pertanyaan Yang TakTerjawab Dan Ketakutan Yang Tak Bertepi


Kebayang gak sih, kalau kita sudah menjalin hubungan dengan pasangan kita selama bertahun-tahun,kita berdua sering mengucap janji-janji indah,kata-kata manis,tapi semuanya itu hanya cuma tipuan ?

Misalnya begini,Lu sudah mengabdikan seluruh hidup lu untuk pasangan lu itu. Lu sudah berjanji dan benar-benar melakukan apa yang dilarang oleh pasangan lu demi terjaganya hubungan baik lu dengannya. mungkin titah sang pasangan lebih lu hormati/turuti ketimbang titah sang tuhan. intinya, lu sudah 100% setia pada dirinya dan beranggapan kalau pasangan lu sekarang adalah pasangan terakhir lu. dan pasangan lu itu pun juga merespon hal yang sama dan semakin membuat lu yakin kalau dia tuh adalah pasangan yang terakhir untuk hidup lu.

Kamis, 21 April 2011

Pengulangan Yang Menyakitkan



Apa yang sedang gua rasakan pada saat menulis semua ini adalah apa yang pernah gua rasakan sebelumnya. Sungguh sial memang, gua kembali harus menelan pil pahit ini untuk kesekian kalinya. Gua kembali merasakan semua ini karna sikap toleran gua pada waktu itu. Tapi untuk saat ini, gua akan bersikap intoleran meski konsekuensi yang harus gua terima akan menyakitkan.