Mungkin gua harus berterima kasih banget untuk (entah) siapa yang telah menciptakan blog. Tanpa blog ini, gua gak tau lagi harus meluapkan semua emosi gua kemana dan siapa. Jujur, gua adalah pribadi yang sulit untuk cerita keorang lain untuk masalah personal yang sifatnya tuh privasi banget seperti keluarga dan pacaran. Kecuali kemereka-mereka yang gua rasa tepat, tidak melulu orang yang sudah lama kenal dengan gua adalah orang yang tepat tersebut. Kadang ada yang baru kenal satu sampai dua bulan tapi kita sering sharing tentang berbagai hal dan gua merasa pada satu titik kita itu sama. Tapi jumlah orang-orang yang tepat itu hanya sedikit mungkin perbandingannya cuma satu diantara sepuluh.
Sudah sejak kapan gua lupa, gua sering berikrar dalam hati "Gua ga mau sama kaya papa!" dalam konteks sifat. Namun sialnya dalam beberapa hal seperti style kita saat merokok itu sama, kita punya posisi yang sama saat sedang merokok dibangku yang sama dan gaya menghisapnya pun sama. Yah gua cuma berharap gua selalu mirip dengan hal tersebut dan tidak untuk hal-hal lainnya. Seperti lebih mementingkan teman ketimbang keluarga. Tunggu dulu, ini lain hal misalkan papa itu bujangan (mana ada tapinya).
Gua selalu risih setiap papa kumpul dengan teman-temannya. Oke baik dengan sesama itu mungkin wajar. Tapi kita harus liat kondisi orang yang lebih dekat dengan kita terlebih dahulu, seperti anak dan istri. Biasanya papa kalau sedang kumpul dengan teman-temannya selalu bersikap paling dermawan, oh atau supre duper dermawan. Rokok hingga kopi bahkan terkdang cemilan dan makanan berat semuanya papa yang tanggung tanpa melihat kondisi keluarga yang seperti apa. Oke, jika ini hanya sekali. Tapi jika seminggu bisa berulang hingga berkali-kali ? ini harus dihentikan. Pertama untuk menghemat uang dalam kondisi perekonomian yang sedang goyah. Kedua, yah untuk tidak membuat seolah-olah orang lain melihat kami sekeluarga dalam kondisi yang prima (perihal ekonomi).
Oke, mungkin papa kerja. Dan kerja di Dirjen Pajak. Gua yakin mendengar pekerjaan papa yang seperti apa, kalian pasti membayangkan Gayus serta lifestylenya. Ironis itu adalah ketika anda berfikir seperti itu dan mencoba menyamakannya ke gua. Sudah berapa tahun ini, papa menjalani hukumannya akibat lalai dalam bekerja dan berujung pada di potongnya upah pada waktu itu hingga sekarang. Dan hal tersebutlah yang membawa kita sekeluarga terjebak pada permainan kotor bank, kalian tau lah apa yang gua maksud. Dan katanya, semua itu akan selesai pada tahun 2014 nanti. Yah, ternyata kita sekeluarga masih punya kesempatan untuk merasakan kenaasan ini selama satu tahun setengah kedepan.
Hal yang paling gua benci dari papa adalah waktu dia bilang "Jadi anak harus prihatin". Kalau kalian baca postingan gua sebelum ini. Pasti kalian tau bagaimana gua waktu masih SMP karna masalah ini sudah bergulir sejak itu. Dan saat masuk SMU dan yah, saat gua kenal dengan HC/PUNK serta etos didalamnya. Gua mulai membiasakan diri melihat keluaran sepatu Adidas terbaru. Selalu menelan ludah setiap kali Pizza Hut mengeluarkan menu terbarunya. Mungkin gua tidak perlu melakukan itu semua apabila papa tidak pernah melakukan kesalah pada waktu itu, tapi yasudahlah nasi sudah berkerak.
Sebagai anak tertua gua selalu mencoba memahami kondisi keluarga. Sampai-sampai harus rela mengganti handphone yang tadinya dilengkapi berbagai macam fitur hingga gua pilih yang paling murah. Mungkin disini kesalahan gua, gua jarang mau terlihat seolah-olah gua sedang menjalani kehidupan yang prihatin sebagai mana yang papa bilang. Karna setiap kali gua mau minta ganti handphone dari yang memiliki fitur lengkap ke handphone yang hanya bisa untuk sms dan telfon saja. Gua selalu bilang dengan alasan bosan. Ini dia, gua nggak pernah bisa bilang "Aa ganti hape karna prihatin sama keluarga ini" entah kenapa gua rasa itu terlalu berlebihan dan gua selalu ingin tertawa setiap kali mengucapkannya. Dan mungkin efeknya gua masih dianggap ria oleh papa. Hingga pada suatu ketika kita sempat debat dengan nada tinggi, yah gua tau ini bukan contoh yang baik yang dilakukan seorang anak terhadap ayahnya. Tapi pada waktu itu gua sudah kepalang kesal karna terus ditodong dengan tudingan selalu ria. Sampai saking kesalnya, gua bentak dengan kata-kata "Kalau gua masih ria, gua udah pergi dugem, gua udah ngiri ngliat Putri (Ade gua nomer 2) yang nggak pernah ngerti untuk beli handphone baru, gua udah minta beliin motor (pada waktu itu gua belum punya motor)!!!!!" dan respon ayah gua hanya bisa diam.
Bahkan saat lulus SMU gua memilih istirahat setahun dan tidak langsung memilih untuk kuliah. Sengaja itu gua pilih untuk membuat kedua orang tua gua setidaknya untuk mengambil nafas sedikit dari tiga tahun membiayai gua sekolah disekolah yang memang cukup memakan biaya. Dan pada waktu itu berbenturan dengan Putri mau masuk SMU. Dengan dahlil ingin mencoba dunia kerja terlebih dahulu, akhirnya gua pilih untuk rehat setahun dari dunia pendidikan formal. Dan gua memutuskan untuk bekerja.
Dan hari ini gua benar-benar merasa kalau yang prihatin hidup itu cuma gua dan mama. Mama untuk mengakali uang belanja yang minim karna terpotong biaya sekolah dan jajan kedua adik gua serta gua, dia berjualan apa yang bisa ia lakukan seperti menjadi agen kecil dari produk kosmetik dan perlengkapan kecantikan hingga produk rumah tangga. Dan gua, yah untuk bisa sekedar membiayai hobi gua dan (kadang) mentraktir pasangan gua, gua selalu mengandalalkan uang dari hasil menjalankan distribusi kecil-kecilan. Kadang jika distribusi sedang tersendat pergerakannya dan hasrat untuk berbagi (entah ke teman,keluarga,atau pasangan) ataupun membeli gua itu muncul, gua selalu rela untuk tidak jajan atau jajan secukupnya demi hal itu terlaksana. Dan gua rasa gua sudah berusaha sedemikian rupa untuk melakoni apa yang papa bilang, hidup prihatin. Tapi bagaimana dengan papa sendiri ? ini dia sebetulnya inti dari yang ingin gua bahas. Papa itu selain super duper dermawan didepan teman-temannya, papa itu juga seorang perokok aktif. Kadang kesel juga saat gua ngga punya uang dan mendadak laper di tengah malem yang keadaan tanpa makanan dan berusahan untuk meminta sejumlah uang untuk beli mie instan ke papa, papa selalu bilang ga punya duit. Tapi stock rokok papa itu tidak selalu berkurang dari satu bungkus. Dalam sehari saja ia bisa menghabiskan tiga atau mungkin empat bungkus rokok seharga 8.000 s/d 12.000. Gua yang sama seorang perokok sampai kesal dan akhirnya belajar untuk mengurangi merokok (karna memang tanpa disadari sebagian uang jajan gua habis untuk rokok) dan kalau bisa tidak merokok sama sekali. Alasan gua untuk mencoba mengurain merokok tidak seperti orang kebanyakan yang selalu dengan alasan kesehatan tapi kalau gua lebih kepada untuk menghemat kantong dalan kehidupan yang sedang prihatin ini. Tapi sebelum gua berniat untuk mengurangi merokok, gua pernah menerapkan sebuah sistem untuk diri gua sendiri yakni stop buying Cigarette but can't stop to smoking. Terdengar egois memang, gua masih mau meroko tapi tidak mau membelinya. Atas dasar itulah gua memutuskan untuk menguranginya.
Lelah memang mencoba hidup prihatin di tengah orang-orang yang melakukan hal sebaliknya. Tapi jika gua sama seperti mereka. Mama pasti lebih kasihan lagi. Mungkin benar kata mama jangan terlalu dipikirkan. Tapi gua cuma mau papa untuk mengurangi jatah rokoknya dan tidak terlalu terlena dengan hal itu dan bisa bersikap biasa saja terdap teman-temannya. Yasudahlah, gua cuma berharap demikian dan bersusahan sedemikian mungkin sekarang untuk merefresh otak dengan biaya yang tidak terlalu banyak. Maka dari itu gua berterima kasih sekali dengan siapa pun anda yang telah menciptakan blog. Gua berhasil membuang sedikit beban disini. :D
Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 Maret 2012
Jumat, 02 Maret 2012
Mari Mengakali Perekonomian Diri Sendiri
Hidup memang tak selamanya bisa terus merasakan senang, klise memang. Dan saat ini-pun kondisi perekonomian kami sekeluarga tidak lebih baik dari tahun 2007 silam. Sebuah insiden melumatkan impian kami semua untuk terus bahagia, hahahaha utopis bukan ? Beruntungnya, yah kami masih cukup beruntung karna masih dipertemukan beras dan saya serta kedua adik saya masih bisa membayar iuran bulanan sekolah secara teratur. Lantas apa yang perlu di takutkan dan dianggap sebagai kondisi perekonomian yang kurang baik ? Mungkin apabila pasca lulus SMP saya tidak pernah mengikuti trend musik yang sedang berkembang kala itu, hari ini saya sudah depresi berat menghadapi situasi semacam ini. Yah, saya sama seperti orang lain atau mungkin kamu yang menaruh Hardcore/Punk pada thanks list kehidupan.Saya selalu membayangkan apabila saya masih sama dengan saya sebelum lulus SMP. Selalu berusaha untuk uptodate terhadap fashonstyle, sampai-sampai setiap memasuki pergantian dari trend satu ke trend selanjutnya saya selalu menghabiskan sejumlah uang untuk berburu stuff yang sedang hip saat itu. Dan selalu merasa tidak percaya diri apabila saya tidak tampil sama seperti orang kebanyakan yang terbawa arus trend. Mungkin hari ini, detik ini, saya sudah menangis karna saya tidak punya cukup uang untuk membeli semua outfit yang Peter Say Denim tawarkan. Mungkin saya sudah kesal dengan kedua orang tua saya yang tidak menuruti permintaan saya untuk membelikan Vespa Piaggio keluaran terbaru. Menyesali nasib ketika hanya bisa membeli sepatu Vans kualitas entah berapa keluaran Tampur dan bukannya keluaran Penny. Bermurung durja ketika uang dikantong tidak cukup untuk sejenak menikmati segelas Coffee di Starbucks. Dan tidak bisa intens mengajak kekasih setiap weekend menyambangi XXI. Meski begitu bukan berarti saya yang sekarang menolak berkompromi terhadap trend yang sedang bergulir namun lebih pintar memilih mana trend yang pantas untuk diikuti dan mana yang tidak. Dan selalu memposisikan diri sebisa mungkin untuk tidak terbawa arus trend, karna siapa yang terbawa arus trend, ia tidak pernah tau kapan akan berhenti.
Beruntung saya sempat mengikuti trend musik pada waktu itu. Dan membawa saya pada proses hingga saat ini. Selalu mengakali kondisi perekonomian internal yang tidak bagus dengan berbagai cara. Salah satunya dan yang saat ini sedang saya terapkan pada diri saya sendiri adalah Buy Nothing Day. Yah, sebuah hari tanpa belanja yang dimotori oleh Ted Dave, seorang penggerak di kolektif Adbuster pada tahun 1993.
Selama delapan hari dengan waktu yang tidak berurutan, saya akan mulai membiasakan diri untuk tidak mengeluarkan sepeser uang pun dihari yang telah saya bulatkan. Saya tau ini terdengar mustahil dilakukan untuk saya yang seorang mahasiswa mengingat waktu-waktu yang telah saya bulatkan itu adalah waktu-waktu dimana saya masih beraktifitas dengan jadwal perkuliahan. Mungkin pada beberapa aspek seperti tidak membeli makanan kecuali makanan yang disajikan dirumah, itu bisa saya atasi. Bagaimana dengan bensin ? mengingat tidak mungkin saya menggunakan kendaraan umum tanpa membayar sejumlah uang sesuai tarif yang berlaku. Dan tidak mungkin juga untuk saya berjalan kaki ke kampus. Saya menyiasati ini dengan mengisi bensi pada hari sebelum saya memulai Buy Nothing Day dan menggunakan motor pada hari itu seperlunya untuk mengantisipasi habisnya bensin untuk hari esoknya.
Sepertinya setiap bulannya saya akan terus menerapkan ini untuk mengurangi sedikit beban dari krisisnya perekonomian kami. Setidaknya semua ini semacam menjadi alat pengendali hawa nafsu saya untuk kembali menjadi saya waktu SMP dulu.
Baca lengkap tentang apa itu Buy Nothing Day disini
Rabu, 29 Februari 2012
Sebut Saja Ini Ibadah
Seharusnya kita bisa lebih variatif menjalani hubungan seperti ini. Namun yang terjadi justru kita mengalami stagnansi yang nyaris tak memiliki ruang solusi sama sekali. Apa karna kita terlalu letih menjalani semua ini sehingga kita tak pernah punya nyali untuk mencari solusi ? Entahlah.Terlalu banyak tuntutan yang anda layangkan. Saya sudah letih berintrospeksi saat anda tidak pernah mengerti gejala-gejala perubahan yang muncul disekeliling anda. Saya letih benar-benar letih mengikuti semua permainan anda. Saat komunikasi begitu intens saat anda ingin pulang kuliah dan selepas itu semua komunikasi kita tidak seintens sebelumnya. Itu menyebalkan. Wajar, jika saya selalu mengeluh tentang hubungan ini.
Saya lebih senang menyebut ini sebagai ibadah ketimbang pacaran. Saya tau bagaimana keadaan anda saat ini. Bagaimana sulitnya anda menerima kenyataan pagi itu kala semuanya berubah dan bergulir secara drastis. Bagaimana orang tua anda yang lelah berkeluh kesah tentang anda. Yah, tidak banyak yang saya bisa bantu. Namun, saya selalu berharap sekecil apapun kontribusi saya, semoga itu bisa mengurangi beban anda. Maka dari itu saya lebih senang menyebut ini sebagai ibadah ketimbang pacaran. Saya sudah tidak takut lagi apabila apa yang sudah lama kita pertahankan ini runtuh seketika. Karna saya yakin jodoh itu tidak menyakitkan saya ataupun anda tapi kita. Begitu pula dengam jodoh itu tidak hanya menyenangkan anda ataupun saya tapi kita.
Rabu, 22 Februari 2012
Like the Seasons. We Changed
Kita itu benar-benar seperti musim yang dengan mudahnya berubah tak tentu rimba. Mungkin untuk beberapa saat ini kita bisa saling menatap mata dengan penuh kegembiraan namun siapa yang tau nanti kita akan menatapnya dengan pandangan penuh amarah. Yah, seperti yang sudah-sudah. Seperti yang lima bulan terakhir ini terjadi pada kita. Kita benar-benar seperti musim.Mungkin kita satu-satunya pasangan yang gemar membuang-bungan waktu untuk menjalin sebuah hubungan tanpa arah. Jujur, sejak tahun ini bergulir, gairah saya untuk main-main dengan apa yang selama ini kita jalankan itu hilang entah kemana. Memang saat waktu kita renggang, saya mencoba untuk bangkit dan berusaha sedemikian caranya untuk mengkremasi semua memori yang terrekam dibenak. Bukankah itu hal yang wajar ? Namun saat kamu kembali dan menawarkan sebuah harapan baru, saya kembali pada gairah untuk tidak bermain-main pada apa yang telah kita jalankan sedemikian lamanya ini.
Sampai kapan kita akan membuang-buang waktu seperti ini ? Tunggu dulu, apakah kita benar-benar sedang membuang waktu kita ? Menurut kamu ?
Kamis, 05 Januari 2012
Ketika Kucing Bersalin
Jam berapa sekarang ? oh jam 7.14 pagi. Ada yang salah dengan itu ? tidak, untuk kalian yang sudah puas tidur nyenyak tadi malam. Dan, salah untuk gua yang sedari tadi malam belum tidur. Sudah coba memejamkan mata barang tiga puluh menit namun terbangun lagi. Satu alasan konyol yang membuat gua masih melek hingga sekarang, KUCING BERANAK!
Padahal kemarin itu adalah hari yang sangat amat melelahkan dan basah. Gua baru keliling Jakarta lengkap dengan berlepek ria. Dan itu membuat gua rasanya ingin tidur. Tapi nyatanya setelah sampai dirumah, GUA MELEK, SAMPAI SEKARANG!
Dari pukul 00.00 WIB lalu, gua sudah mencoba berbagai cara untuk bisa tertidur. Mulai dari yang klasik seperti menghitung domba sampai yang paling modern, menghitung followers Mario Teguh perdetiknya. Tapi apa daya gua masih terjaga. Yah, SEKALI LAGI SAMPAI SEKARANG!
Gua pun coba memancing kantuk dengan cara memasang trek dari band band shoegaze macam Hammock yang feel mengawangnya tuh berasa banget. Tapi tetep Hammock kurang kece ternyata. GUA MASIH MELEK!
Sabtu, 03 Desember 2011
Mari Bernostalgia Dengan Masa Lalu Dan Alam Lalu
PERHATIAN!!!
Ada baiknya kalian mainkan sebuah track dari Funny Litte Dream untuk menemani kalian membaca esay ini.
1.funnyLittleDream-FunnyLittleDream by hizamibadabing

Ada baiknya kalian mainkan sebuah track dari Funny Litte Dream untuk menemani kalian membaca esay ini.
1.funnyLittleDream-FunnyLittleDream by hizamibadabing

Kemarin mama dan adik gua yang paling kecil, Adit, mau berangkat untuk study tour ke Taman Matahari. Gua sempet nanya sama mama, "Disana emangnya ada apa ma ?" dan mama jawab, "Outbound, wisata air, banyak deh, kenapa mau ikut ?" tanya mama. Pas mama nanya begitu gua cuma geleng kepala. Dan berangkatlah mereka ke Taman Matahari.
Malemnya mereka pulang dengan beberapa foto sewaktu di Taman Matahari yang tersimpan didalam MemoryCard Camera Digital. Karna penasaran dengan apa itu Taman Matahari, gua minjem tuh Memory Card terus gua pasang dilaptop.
Gua buka satu-satu fotonya mama dan Adit. Ada banyak juga sih jumlahnya. Ada yang Adit lagi main disawah, yah semacam sedang belajar bagaimana cara menanam padi dan ada juga fotonya Adit yang sedang asyik main lumpur disawah bersama beberapa temannya.
Kamis, 24 November 2011
This is My Kingdom

Ditempat inilah gua biasa menghabiskan waktu berjam-jam bahkan tak jarang berhari-hari. Bermain dengan semua peralatan yang tersedia didalamnya seperti televisi, dvd player, dan laptop. Menyaksikan semua program acara tv yang kadang membuat isi perut ingin muntah dan kemudian beralih menyaksikan berulang-ulang kepingan film dvd yang entah sudah berapa kali ditonton dan berakhir duduk menatap penuh kelayar monitor laptop, pasang winamp dan menikmati waktu dan membiarkanya berlari dengan cepatnya.
Tak ada penerangan yang cukup disana. Sekarang sih sudah lumayan, karna beberapa minggu yang lalu, gua mulai pasang lampu, namun uniknya lampu dikamar gua ini tidak sama seperti kebanyakan lampu diruangan lain yang ada dirumah ini yang letaknya diatas kepala kita. Lampu dikamar gua letaknya diatas lemari 4 susun. Tentunya sinar cahayanya lebih fokus keatas dan tidak merata kebawah. Ini lumayan jika dibanding dulu, jika malam tiba, gua cuma mengandalkan lampu dari kamar adik gua yang kebetulan tersekat. Cahaya yang didapat tidak lebih dari cukup. Tapi kalau siang hari, kamar gua ini adalah tempat yang paling strategis apabila lu semua ingin berjemur.
Sabtu, 15 Oktober 2011
Oh, Saya Mengulang Tahun
Hari apa sekarang ? Hari minggu. Tanggal berapa sekarang ? 16. Bulan apa ? Oktober. Benar-benar hari yang biasa. Oh, sekarang menjadi biasa. Tapi dulu, hari ini adalah hari yang tidak biasa. Dimana hari ini gua selalu menunggu SMS dari orang-orang terkasih tepat pada pukul 00.00. Menunggu mereka mengucap, "Selamat ulang tahun yah fi. Semoga sehat selalu dan bla..bla..bla.." Tapi tidak untuk saat ini. Gua tidak begitu mengharapkannya dan memperlakukan hari ini menjadi lebih istimewa ketimbang hari-hari sebelumnya, tidak. Tidak akan terulang kembali perlakuan khusus untuk hari ini seperti yang sudah-sudah.
Sesuatu telah merubah cara pandang gua terhadap hari dimana kita pertama kali dihempaskan ke dunia. Gua tidak menyalahkan kalian yang sudah terlanjur mengucapkan selamat tepat di hari ini melalui berbagai media, entah itu Jerjaring sosial ataupun via SMS. Gua berhutang budi pada kalian yang telah mengucapkan. Karna kalian telah berhasil menjadi sebuah alarm untuk mengingatkan gua bahwa kesempatan untuk hidup gua semakin menipis. Dan kalian dengan ucapan selamat kalian itu telah berhasil menjadi cambukan keras untuk gua yang kini (mungkin) sedang tertidur untuk bangun. Bangun dan mulai mencari celah untuk merancang kembali kepingan-kepingan masa depan yang memang sengaja diberantakan.
Rabu, 17 Agustus 2011
Vakansi #1

Berawal dari ke-irian gua dengan Zamalik aka Abeng aka Acong Bengkok yang terus-terusan ngomongin betapa indahnya Gunung Pancar di bilangan Kabupaten Bogor. Gua menjadi penasaran pengen kesitu juga. Dan begitu si Acong nawarin untuk ke sana, Gunung Pancar, gua langsung bilang, "Oke, gua ikut!"
Dan pada hari ini pun semua kepenasaran itu terbayar. Gua mengajak pacar gua, Tiara Ade Sagita, untuk ikut serta kesana. Perkiraan gua cuma bakalan ada dua pasang yang jalan kesana ternyata Ari dan Agit serta Agung dan Putri ikut serta juga. Alhasil, ada empat pasangan yang siap meluncur ke Gunung Pancar (selanjutnya Gg.Pancar).
Selasa, 16 Agustus 2011
Ospek Oh Ospek
Hari ini adalah salah satu hari bersejarah di dalam hidup gua. Pasalnya ini adalah pertama kalinya gua membotaki rambut kembali pasca kelas 2 SD. Hitung berapa lama waktunya ? Gua ikhlas ngbotakin rambut demi mengikuti acara ospek di kampus. Yah, sekarang gua adalah bagian dari Universitas Gunadarma, khususnya FIKTI (Fakultas Ilmu Komputer dan Teknik Informasi). Sebetulnya gua punya pilihan untuk absen dari acara ini tapi berhubung gua penasaran sekaligus mengobati kerinduan di ospek karna sewaktu di SMU, gua gak ikut ospek lantaran mendadak terserang DBD. Jadi, gua memutuskan untuk ikut serta dalam acara ini dan pasrah harus ngbotakin rambut 2CM.
Minggu, 07 Agustus 2011
Maaf, Saya Lupa Ini Realita Dan Bukan Skenario Opera Sabun

Indahnya kisah asmara sepasang anak muda yang kita lihat di setiap opera sabun yang belakangan ini marak mewarnai stasiun stasiun tv swasta kita. Apalagi kalau yang sering menonton FTV yang sering di tayangkan di salah satu stasiun swasta. Takjub juga melihat kisah cinta dua tokoh yang berperan disana. Hubungan yang berakhir dengan indah meski proses menuju keindahan tersebut penuh dengan lika liku tapi tetap saja akhirannya indah. Yah, kita harus berpikir secara logis. Itu skenario. Buatan tangan manusia. Mereka bebas membuat alurnya menjadi seperti apa. Karna, sekali lagi, itu skenario.
Senin, 20 Juni 2011
Romantika Minggu Ketiga
Ini adalah minggu yang paling berwarna dari dua minggu yang lalu di bulan Juni kali ini. Mulai dari mana yah ? dari yang duka apa suka dulu nih ? bebas! Oke gua mulai dari suka dulu deh. Gua nggak tega kalau harus mulai dari yang duka,takut kalian pada meneteslkan air mata.hahaha.
Suka
Dari beberapa bulan yang lalu gua emang punya niatan buat melihara hamster. Awal hasrat itu muncul sih sebenernya setelah gua melihat tayangan di salah satu stasiun tv swasta negri ini. Nggak tau kenapa setelah melihat tayangan tersebut gua jadi kepinginan buat melihara hamster.
Suka
Dari beberapa bulan yang lalu gua emang punya niatan buat melihara hamster. Awal hasrat itu muncul sih sebenernya setelah gua melihat tayangan di salah satu stasiun tv swasta negri ini. Nggak tau kenapa setelah melihat tayangan tersebut gua jadi kepinginan buat melihara hamster.
Minggu, 06 Februari 2011
Kenangan Kelam Yang Menyenangkan
Ketika gua lagi dengerin Rocket Rockers pas di album Ras Bebas,Konflik waktu album 4 Sehat 5 Sempurna,dan beberapa hits dari Stupidity,Netral,dan Superman Is Dead,mendadak gua teringat masa-masa waktu SMP dulu. Di mana masa-masa itu adalah masa-masa yang kelam bagi gua. Di palak kakak kelas,boxer gua di betak Marra yang lagi mabok obat,di gebukkin plus di lempar dari truk di depan Bakti Yudha sama anak SMP.PGRI 2,di tatar sama alumni gara-gara ketauan paling belakang waktu tawuran,di ketawain Toro gara-gara waktu dia minta Gear malah gua kasih Stick Nitendo yang pengen gua service. Ah,pokoknya masa-masa itu adalah masa-masa yang kelam.
Tapi,masa-masa kelam itu lah yang membuat gua kadang jadi kangen pengen ngrasainnya lagi. Aneh yah,masa kangen sama masa-masa kelam ? tapi yah itu lah. Gua juga inget waktu di SMP dulu jarang banget yang kenal gua,berbeda waktu gua di SMK,meski di SMK nggak semuanya juga yang kenal sama gua tapi kalau gua perhatiin waktu gua SMP tuh jauh..jauh..jauh..lebih sedikit orang yang kenal sama gua. Maklum,siapa sih Alfian itu,bocah kecil yang celananya straight pants kalau hari jumat ,sepatunya Dallas yang labelnya di cabut supaya nggak malu pake sepatu made in Stasiun Depok Baru, sementara yang lain sudah masuk ke peradaban celana baggy dan sepatu Vans. Rambut gua juga dulu masih belah tengah mirip Aril Peterpan,sementara yang lain sudah mirip Tom Delonge. Walkman gua juga dulu isinya masih Peterpan,Padi,Sheila on 7,yang paling gahar juga Green Day. Tapi yang lain ? sudah ada yang dengerin Rocket Rockers,Street Voice,Kuro,Stupidity,Konflik,Mary Ann,Speak Up,dan beberapa band underground lainnya.
Tapi,masa-masa kelam itu lah yang membuat gua kadang jadi kangen pengen ngrasainnya lagi. Aneh yah,masa kangen sama masa-masa kelam ? tapi yah itu lah. Gua juga inget waktu di SMP dulu jarang banget yang kenal gua,berbeda waktu gua di SMK,meski di SMK nggak semuanya juga yang kenal sama gua tapi kalau gua perhatiin waktu gua SMP tuh jauh..jauh..jauh..lebih sedikit orang yang kenal sama gua. Maklum,siapa sih Alfian itu,bocah kecil yang celananya straight pants kalau hari jumat ,sepatunya Dallas yang labelnya di cabut supaya nggak malu pake sepatu made in Stasiun Depok Baru, sementara yang lain sudah masuk ke peradaban celana baggy dan sepatu Vans. Rambut gua juga dulu masih belah tengah mirip Aril Peterpan,sementara yang lain sudah mirip Tom Delonge. Walkman gua juga dulu isinya masih Peterpan,Padi,Sheila on 7,yang paling gahar juga Green Day. Tapi yang lain ? sudah ada yang dengerin Rocket Rockers,Street Voice,Kuro,Stupidity,Konflik,Mary Ann,Speak Up,dan beberapa band underground lainnya.
Jumat, 21 Januari 2011
Cerita Iyih
Kali ini gua mendapatkan satu sumbangan tulisan dari kawan gua waktu di SMK dulu,Iyih nama panggilannya,nama aslinya Fitri Dwi Aziznia (betul gak yih ?). Sebetulnya tulisan dia ini adalah salah satu dari materi untuk di jadikan sebuah buku yang isinya ngbahas suka-duka kita selama tiga tahun satu kelas. tapi,karna anak-anak yang lainnya belum respect sama ide gua untuk bikin buku dan dari pada si Iyih kecewa terus bunuh diri. alhasil,gua publis aja di blog nista ini. sekian kata pengantarnya,silahkan di nikmati dan di baca selagi hangat. -Alfian
Sabtu, 15 Januari 2011
Suka Duka Pramuniaga : Begadang Sampai Pagi Di Toko Part 2
Akhirnya gua bisa membayar lunas semua rasa kantuk gua selama seharian kerja di toko dengan tidur pulas. Seperti pada apa yang gua ceritakan pada postingan sebelumnya. Di mana gua dan pramuniaga lain harus menjalani sebuah ritual penghitungan stock atau yang lebih familiar di kenal dengan nama Stock Opname. Cukup melelahkan memang. Karna itu di lakukan di hari kerja. Jadi,buat mereka yang kebetulan mendapat jatah shift siang pada hari H,tidak akan pulang dan langsung menjalani ritual tersebut. sedangkan,untuk yang shift pagi bisa pulang dulu. Kebetulan gua dapet shift pagi dan memutuskan untuk pulang. Naas,langkah gua untuk pulang ternyata salah kaprah. Gua Cuma berhasil menghirup udara rumah dalam kurun waktu dua jam. Dalam kurun waktu segitu gua gak bisa menjalankan rencana gua untuk tidur sejenak guna menyiapkan energi untuk ritual ini.
Rabu, 12 Januari 2011
Suka Duka Pramuniaga : Begadang Sampai Pagi Di Toko
Gak terasa udah pagi aja . di belakang gua sedang tertidur pulas bang Heri dan Wahid. mereka adalah satpam dan orang gudang di tempat gua bekerja sekarang. sedangkan di office ada pak usman dan arif,yang lagi sibuk ngurusin file-file hasil last stock kita tadi malam. sedangkan di tempat majalah di tempati oleh dua mahluk bernama rizal dan nanda. yang masing-masing menjabat sebagai pramuniaga buku dan majalah di toko ini.
yah,hari ini gua dan pegawai lainnya,habis menjalani stock opname (betul gak sih penulisannya?). itu adalah ritual yang di adakan di toko ini setiap tiga bulan sekali. dan mengharuskan semua pegawai untuk hadir dan begadang bersama di toko. begitu juga dengan gua. sebagai anak training gua pun harus ikut ambil bagian dalam ritual ini. cukup melelahkan tapi mengasyikkan. karna situasi di sini sudah tak sebeku pertama kali gua masuk. gua udah mulai bisa membaur dengan yang lain.
yah,hari ini gua dan pegawai lainnya,habis menjalani stock opname (betul gak sih penulisannya?). itu adalah ritual yang di adakan di toko ini setiap tiga bulan sekali. dan mengharuskan semua pegawai untuk hadir dan begadang bersama di toko. begitu juga dengan gua. sebagai anak training gua pun harus ikut ambil bagian dalam ritual ini. cukup melelahkan tapi mengasyikkan. karna situasi di sini sudah tak sebeku pertama kali gua masuk. gua udah mulai bisa membaur dengan yang lain.
Senin, 10 Januari 2011
Suka Duka Pramuniaga : Masih Cakepan Cewe Gua Ah !
Inilah resiko kalau kerja di mall besar seperti di PIM ini. setiap hari selalu di suguhi panorama wanita-wanita yang unjuk kebolehan dalam berbusana. Semua jenis wanita bisa kita lihat di sini,mulai dari yang bule,blesteran,indo,deso,makso,hingga maho pun ada,lengkap tersaji di sini. Dari yang Cuma pake daster biasa hingga busana yang membuka dada pun tersaji di sini. Buat kalian para lelaki jantan,mata kalian akan di buat letih oleh panorama seperti ini. salah-salah,jika kalian tak tahan diri,bisa lari bolak balik kamar mandi terus,untuk..hhhfffmmm..kalian tau lah ritual suku Jomblo yang sedang kesepian itu kayak gimana.
Pernah gua beberapa waktu yang kemarin mendapatkan panorama indah layaknya sehabis melihat sunset di kepulauan Hawaii. Jadi,pada waktu itu ada satu pasangan bule yang nggak tau berasal dari mana. Cowoknya rada gemuk,tangannya berbulu gitu,dan rambutnya ikal,pokoknya gak penting juga untuk di jabarkan di sini. Sedangkan cewenya,hhmmfff,cantik,idungnya menjulang tinggi,kulitnya sawo matang,dan bodynya seperti biola pandawa (bukan spanyol lagi,bt),dan layak untuk di rekomendasikan (ceileh,udeh kayak buku aje). Sebetulnya gua gak mau ngliatin tuh cewe bule,takut dosa,tapi orang bijak pernah bilang ke gua “kita boleh memandang cewe ketika pada pandangan pertama. Jika kita berkedip dan memandangnya kembali,itu dosa!” gua pun memandangnya dengan serius sambil sesekali berusaha agar kelopak mata gua ini tak berkedip barang sedetik. Berusaha untuk tak berkedip dan pada akhirnya mata gua berhasil kedip juga. Dengan menghembuskan nafas panjang,gua pun merelakan panorama itu hilang,yasudalah.
Pernah gua beberapa waktu yang kemarin mendapatkan panorama indah layaknya sehabis melihat sunset di kepulauan Hawaii. Jadi,pada waktu itu ada satu pasangan bule yang nggak tau berasal dari mana. Cowoknya rada gemuk,tangannya berbulu gitu,dan rambutnya ikal,pokoknya gak penting juga untuk di jabarkan di sini. Sedangkan cewenya,hhmmfff,cantik,idungnya menjulang tinggi,kulitnya sawo matang,dan bodynya seperti biola pandawa (bukan spanyol lagi,bt),dan layak untuk di rekomendasikan (ceileh,udeh kayak buku aje). Sebetulnya gua gak mau ngliatin tuh cewe bule,takut dosa,tapi orang bijak pernah bilang ke gua “kita boleh memandang cewe ketika pada pandangan pertama. Jika kita berkedip dan memandangnya kembali,itu dosa!” gua pun memandangnya dengan serius sambil sesekali berusaha agar kelopak mata gua ini tak berkedip barang sedetik. Berusaha untuk tak berkedip dan pada akhirnya mata gua berhasil kedip juga. Dengan menghembuskan nafas panjang,gua pun merelakan panorama itu hilang,yasudalah.
Selasa, 04 Januari 2011
Suka Duka Pramuniaga : Loyalitas Seorang Pramuniaga Dengan Upah Rendah
Setiap bos pasti mengharapkan karyawannya untuk memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaannya. Karyawan di tuntut harus bekerja lembur melebihi jam kerja yang di tentukan oleh pemerintah. Kewajiban dan hak untuk karyawan juga tak seimbang. Lebih banyak kewajiban ketimbang haknya. Karyawan di tuntut untuk terus menaikan omset yang tinggi setiap harinya. Namun tetap saja,upah yang di terima karyawan jauh lebih rendah dari setiap target omset yang di tentukan oleh perusahaan.
Bukan tak bersyukur atau mengharapkan gaji karyawan sama rata dengan gaji yang di dapat oleh bos. Tapi,alangkah baiknya,para bos tak hanya memikirkan profit perusahaan yang terus di tekankan pada karyawannya untuk terus meningkat tapi juga memikirkan kesejahteraan bagi karyawaannya.
Bukan tak bersyukur atau mengharapkan gaji karyawan sama rata dengan gaji yang di dapat oleh bos. Tapi,alangkah baiknya,para bos tak hanya memikirkan profit perusahaan yang terus di tekankan pada karyawannya untuk terus meningkat tapi juga memikirkan kesejahteraan bagi karyawaannya.
Ayah Ku Tak Seberuntung Gayus
Ayah ku sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja sebagai pegawai negri sipil di Direktorat Pajak. Sebagai seseorang yang mengkantongi ijazah SMU,ia termasuk orang yang beruntung bisa menjabat sebagai pegawai negri sipil kala itu. Jika sekarang sesuatu yang sama bisa terjadi pada kita yang hanya mempunyai ijazah SMU untuk bisa menjadi pegawai negri sipil,tentunya itu akan sedikit kemungkinan untuk terwujud.
Namun,keberuntungan ayah ku itu belum seberuntung teman seprofesinya yaitu Gayus Tambunan. Ayah ku pernah bilang,Gayus itu masih tergolong anak baru dan kalah lama bekerja di Direktorat Pajak ketimbang ayah ku. Aku berfikir,seseorang yang masih tergolong baru saja bisa melakukan hal gila seperti itu. Dari hasil pemikiran itu,aku pun mengkajinya menjadi sebuah imaji,andaikan ayah ku seperti Gayus ? yah aku tahu,itu adalah sebuah pemikiran yang berevolusi menjadi sebuah ketololan.
Namun,keberuntungan ayah ku itu belum seberuntung teman seprofesinya yaitu Gayus Tambunan. Ayah ku pernah bilang,Gayus itu masih tergolong anak baru dan kalah lama bekerja di Direktorat Pajak ketimbang ayah ku. Aku berfikir,seseorang yang masih tergolong baru saja bisa melakukan hal gila seperti itu. Dari hasil pemikiran itu,aku pun mengkajinya menjadi sebuah imaji,andaikan ayah ku seperti Gayus ? yah aku tahu,itu adalah sebuah pemikiran yang berevolusi menjadi sebuah ketololan.
Sabtu, 01 Januari 2011
Selamat Datang Tahun Yang Baru
Wow. Gak terasa sekarang udah masuk ke hari dan bulan pertama di tahun 2011. Rasanya,cepet banget 2010 berlalu. Gak terasa juga,sekarang gua udah bukan lagi pelajar. Jadi merasa tua,kalau begini. Waktu perayaan menyambut tahun baru 2010 lalu,gua masih sibuk menghadapi UN. Tapi,kalau sekarang gua lagi di sibukkan oleh rutinitas yang amat sangat menyita waktu gua yaitu kerja. Tapi,untungnya gua mendapatkan jatah libur pada hari ini. jadi gua bisa merasakan hari pertama di tahun ini dengan sedikit bersantai.
Ngomongin pergantian tahun baru tidak akan terlepas dari ritual perayaannya. Bagaimana dengan kalian semua ? apa saja yang telah kalian lakukan untuk menyambut tahun baru ini ? semoga saja,apapun yang kalian lakukan bisa membuat kalian senang.
Ngomongin pergantian tahun baru tidak akan terlepas dari ritual perayaannya. Bagaimana dengan kalian semua ? apa saja yang telah kalian lakukan untuk menyambut tahun baru ini ? semoga saja,apapun yang kalian lakukan bisa membuat kalian senang.
Langganan:
Postingan (Atom)