Sabtu, 15 Januari 2011
Suka Duka Pramuniaga : Begadang Sampai Pagi Di Toko Part 2
Akhirnya gua bisa membayar lunas semua rasa kantuk gua selama seharian kerja di toko dengan tidur pulas. Seperti pada apa yang gua ceritakan pada postingan sebelumnya. Di mana gua dan pramuniaga lain harus menjalani sebuah ritual penghitungan stock atau yang lebih familiar di kenal dengan nama Stock Opname. Cukup melelahkan memang. Karna itu di lakukan di hari kerja. Jadi,buat mereka yang kebetulan mendapat jatah shift siang pada hari H,tidak akan pulang dan langsung menjalani ritual tersebut. sedangkan,untuk yang shift pagi bisa pulang dulu. Kebetulan gua dapet shift pagi dan memutuskan untuk pulang. Naas,langkah gua untuk pulang ternyata salah kaprah. Gua Cuma berhasil menghirup udara rumah dalam kurun waktu dua jam. Dalam kurun waktu segitu gua gak bisa menjalankan rencana gua untuk tidur sejenak guna menyiapkan energi untuk ritual ini.
Mereka Itu Menyedihkan
Orang tua gua pernah bilang “liat noh a,si Joni (bukan nama sebenernya) udah bisa beli blackberry sendiri,besok mau ngkredit motor. Baru lulus langsung kerja tuh dia”. Meski itu Cuma sebuah lelucon penyedap acara ngobrol-ngobrol kami sekeluarga,tapi gua cukup miris sama jalan pikir orang tua gua dan orang-orang serupa. Kenapa mereka selalu membanggakan orang lain dari hasil konsumsinya. Maksudnya gini,seberapa banyak kalian mengkonsumsi suatu barang maka derajat kalian akan di agungkan di tingkat masyarakat. Itu menjijikan buat gua. Yah gua tau,si Joni (sekali lagi ini bukan nama asli!!!) berhasil mendapatkan semua itu dari hasil kerjanya. Permasalahannya bukan di situ.
Kalau buat gua Joni itu bukanlah orang yang patut untuk di banggakan,dia justru menyedihkan. Kenapa ? karna ia sudah ikhlas dan rela menjual seluruh waktu hidupnya untuk bekerja dan setelah awal bulan gajian. Uang hasil keringatnya itu di belikan barang yang tak menghasilkan barang lagi,jadi stuck pada ritual konsumsi semata. Itu menyedihkan buat gua. Dan orang seperti itu tidak menjadi sesuatu yang “wah” buat gua.
Kalau buat gua Joni itu bukanlah orang yang patut untuk di banggakan,dia justru menyedihkan. Kenapa ? karna ia sudah ikhlas dan rela menjual seluruh waktu hidupnya untuk bekerja dan setelah awal bulan gajian. Uang hasil keringatnya itu di belikan barang yang tak menghasilkan barang lagi,jadi stuck pada ritual konsumsi semata. Itu menyedihkan buat gua. Dan orang seperti itu tidak menjadi sesuatu yang “wah” buat gua.
Rabu, 12 Januari 2011
Suka Duka Pramuniaga : Begadang Sampai Pagi Di Toko
Gak terasa udah pagi aja . di belakang gua sedang tertidur pulas bang Heri dan Wahid. mereka adalah satpam dan orang gudang di tempat gua bekerja sekarang. sedangkan di office ada pak usman dan arif,yang lagi sibuk ngurusin file-file hasil last stock kita tadi malam. sedangkan di tempat majalah di tempati oleh dua mahluk bernama rizal dan nanda. yang masing-masing menjabat sebagai pramuniaga buku dan majalah di toko ini.
yah,hari ini gua dan pegawai lainnya,habis menjalani stock opname (betul gak sih penulisannya?). itu adalah ritual yang di adakan di toko ini setiap tiga bulan sekali. dan mengharuskan semua pegawai untuk hadir dan begadang bersama di toko. begitu juga dengan gua. sebagai anak training gua pun harus ikut ambil bagian dalam ritual ini. cukup melelahkan tapi mengasyikkan. karna situasi di sini sudah tak sebeku pertama kali gua masuk. gua udah mulai bisa membaur dengan yang lain.
yah,hari ini gua dan pegawai lainnya,habis menjalani stock opname (betul gak sih penulisannya?). itu adalah ritual yang di adakan di toko ini setiap tiga bulan sekali. dan mengharuskan semua pegawai untuk hadir dan begadang bersama di toko. begitu juga dengan gua. sebagai anak training gua pun harus ikut ambil bagian dalam ritual ini. cukup melelahkan tapi mengasyikkan. karna situasi di sini sudah tak sebeku pertama kali gua masuk. gua udah mulai bisa membaur dengan yang lain.
Senin, 10 Januari 2011
Suka Duka Pramuniaga : Masih Cakepan Cewe Gua Ah !
Inilah resiko kalau kerja di mall besar seperti di PIM ini. setiap hari selalu di suguhi panorama wanita-wanita yang unjuk kebolehan dalam berbusana. Semua jenis wanita bisa kita lihat di sini,mulai dari yang bule,blesteran,indo,deso,makso,hingga maho pun ada,lengkap tersaji di sini. Dari yang Cuma pake daster biasa hingga busana yang membuka dada pun tersaji di sini. Buat kalian para lelaki jantan,mata kalian akan di buat letih oleh panorama seperti ini. salah-salah,jika kalian tak tahan diri,bisa lari bolak balik kamar mandi terus,untuk..hhhfffmmm..kalian tau lah ritual suku Jomblo yang sedang kesepian itu kayak gimana.
Pernah gua beberapa waktu yang kemarin mendapatkan panorama indah layaknya sehabis melihat sunset di kepulauan Hawaii. Jadi,pada waktu itu ada satu pasangan bule yang nggak tau berasal dari mana. Cowoknya rada gemuk,tangannya berbulu gitu,dan rambutnya ikal,pokoknya gak penting juga untuk di jabarkan di sini. Sedangkan cewenya,hhmmfff,cantik,idungnya menjulang tinggi,kulitnya sawo matang,dan bodynya seperti biola pandawa (bukan spanyol lagi,bt),dan layak untuk di rekomendasikan (ceileh,udeh kayak buku aje). Sebetulnya gua gak mau ngliatin tuh cewe bule,takut dosa,tapi orang bijak pernah bilang ke gua “kita boleh memandang cewe ketika pada pandangan pertama. Jika kita berkedip dan memandangnya kembali,itu dosa!” gua pun memandangnya dengan serius sambil sesekali berusaha agar kelopak mata gua ini tak berkedip barang sedetik. Berusaha untuk tak berkedip dan pada akhirnya mata gua berhasil kedip juga. Dengan menghembuskan nafas panjang,gua pun merelakan panorama itu hilang,yasudalah.
Pernah gua beberapa waktu yang kemarin mendapatkan panorama indah layaknya sehabis melihat sunset di kepulauan Hawaii. Jadi,pada waktu itu ada satu pasangan bule yang nggak tau berasal dari mana. Cowoknya rada gemuk,tangannya berbulu gitu,dan rambutnya ikal,pokoknya gak penting juga untuk di jabarkan di sini. Sedangkan cewenya,hhmmfff,cantik,idungnya menjulang tinggi,kulitnya sawo matang,dan bodynya seperti biola pandawa (bukan spanyol lagi,bt),dan layak untuk di rekomendasikan (ceileh,udeh kayak buku aje). Sebetulnya gua gak mau ngliatin tuh cewe bule,takut dosa,tapi orang bijak pernah bilang ke gua “kita boleh memandang cewe ketika pada pandangan pertama. Jika kita berkedip dan memandangnya kembali,itu dosa!” gua pun memandangnya dengan serius sambil sesekali berusaha agar kelopak mata gua ini tak berkedip barang sedetik. Berusaha untuk tak berkedip dan pada akhirnya mata gua berhasil kedip juga. Dengan menghembuskan nafas panjang,gua pun merelakan panorama itu hilang,yasudalah.
Langganan:
Postingan (Atom)