Recent News

Selamat datang kawan di blog personal saya. Semoga anda tidak muntah membaca semua postingannya.

Minggu, 31 Oktober 2010

Memorandum Seorang Pesimis

" Ketakutan yang tak bisa di terobos hanya dengan kata. Namun sudah seribu aksi di gelar. Bukti kongkret tak pernah nyata. Utopis ? mungkin. Terus,apa yang harus kita lakukan selanjutnya ? menunggu mati!..." -Alfian




[Kutipan di atas adalah rasa lelah yang teramat sangat dalam menjalankan kehidupan di dunia yang memang sedang tidak baik-baik saja. Terserah kalian mau bilang saya payah atau pecundang sekali pun. Mereka terlalu hebat untuk di lawan atau mungkin saya-nya yang payah untuk melawan. tapi,entahlah.]

Celoteh di barisan waktu yang kosong

Ah.
Saya udah bilang blog ini tuh cuma bakalan memuat semua yang sedang saya rasakan. Tentunya sangat personal dan tak menutup kemungkinan untuk membuat kalian (selaku yang baca) akan muak. jadi jangan berharap banyak kalian akan mendapatkan info2 tentang hal apapun di sini. kalau mau kayak gitu mah buka aja kaskus.

Kamis, 14 Oktober 2010

Lihat dulu Papua baru Malaysia !!!

Artikel di bawah ini sengaja gua lampirkan untuk mereka-mereka yang (katanya) memiliki rasa cinta yang amat sangat terhadap negri ini. yang beberapa waktu lalu berkoar-koar “Ganyang Malaysia!!!” . ayolah,jangan jauh-jauh kalian lempar suara hingga ke Malaysia sana. Tengoklah dulu tanah Tembagapura kita. Betapa kronisnya saudara-saudara kita di sana. Dan semua itu sudah berlansung cukup lama,namun di mana suara kalian untuk itu.
Oke,langsung aja untung kalian yang merasa memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap Indonesia ini. Silahkan kalian baca.

Minggu, 26 September 2010

Tragedi di minggu terakhir di bulan September

"Minggu yang melelahkan,terlewatkan sudah. Sirnalah duka datanglah canda. Persetan asmara jika melumpuhkan dada. Teruskan langkah meski mengeluarkan darah. Tanpa nafasnya,ku tetap ada. Tanpa matanya,ku tetap mampuh melihat dunia. Tanpa tangannya,ku tetap berdiri menantang dunia. Karna semangat ini masih tersisa meski terkuras oleh nya." -Alfian Poetra



Tiara..Tiara..cemburu mu lah yang telah membuat suara ku menjadi kasar. Maafkan aku untuk itu. Maafkan juga karna tidak bisa menemani langkah mu.